Awas! Perang Israel-Hamas Bisa Merugikan Ekonomi Global Rp31.183 Triliun
Sabtu, 04 November 2023 - 07:56 WIB
loading...
Asap mengepul menyusul serangan Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Gaza, 13 Oktober 2023. Foto/Dok Reuters/Mohammed Salem
A
A
A
NEW YORK - Ekonomi global bisa mendapatkan pukulan telak, jika konflik antara Hamas dan Israel meningkat. Hal ini mengutip pernyataan seorang ekonom top di Ernst & Young yang dilaporkan oleh New York Times (NYT), tengah pekan kemarin.
Kepala ekonom di EY-Parthenon, cabang konsultan strategi global Ernst & Young, Gregory Daco mengatakan, skenario terburuk dari perang Israel-Hamas adalah meluasnya aksi militer di Timur Tengah. Pada akhirnya dapat memberikan konsekuensi parah bagi ekonomi dunia seperti, resesi moderat, penurunan harga saham dan kerugian USD2 triliun atau setara Rp31.183 triliun (Kurs Rp15.591 per USD).
Baca Juga: Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun
Efek lainnya harga minyak dunia kemungkinan akan naik menjadi USD150 per barel dari posisinya saat ini yakni USD85, menurut prediksi Daco. Sedangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan bahwa PDB global bisa turun 5% dalam jangka panjang jika dunia terpecah menjadi dua blok perdagangan sebagai akibat dari meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas.
WTO juga memangkas perkiraan untuk pertumbuhan perdagangan global tahun 2023 menjadi 0,8% dari perkiraan sebelumnya 1,7%, mengutip perlambatan manufaktur yang semakin dalam.
Baca Juga: Diguncang Perang dan Krisis Politik, Seberapa Kuat Ekonomi Israel
Kondisi memanasnya Timur Tengah diterangkan bakal memicu ketidakpastian, yang membebani keputusan investasi dan dapat mencegah bisnis berkembang ke pasar negara berkembang. Biaya pinjaman telah melonjak, dan perusahaan di beberapa negara, dari Brazil hingga China diperkirakan akan mengalami kesulitan membiayai kembali utang mereka.
Kepala ekonom di EY-Parthenon, cabang konsultan strategi global Ernst & Young, Gregory Daco mengatakan, skenario terburuk dari perang Israel-Hamas adalah meluasnya aksi militer di Timur Tengah. Pada akhirnya dapat memberikan konsekuensi parah bagi ekonomi dunia seperti, resesi moderat, penurunan harga saham dan kerugian USD2 triliun atau setara Rp31.183 triliun (Kurs Rp15.591 per USD).
Baca Juga: Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun
Efek lainnya harga minyak dunia kemungkinan akan naik menjadi USD150 per barel dari posisinya saat ini yakni USD85, menurut prediksi Daco. Sedangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan bahwa PDB global bisa turun 5% dalam jangka panjang jika dunia terpecah menjadi dua blok perdagangan sebagai akibat dari meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas.
WTO juga memangkas perkiraan untuk pertumbuhan perdagangan global tahun 2023 menjadi 0,8% dari perkiraan sebelumnya 1,7%, mengutip perlambatan manufaktur yang semakin dalam.
Baca Juga: Diguncang Perang dan Krisis Politik, Seberapa Kuat Ekonomi Israel
Kondisi memanasnya Timur Tengah diterangkan bakal memicu ketidakpastian, yang membebani keputusan investasi dan dapat mencegah bisnis berkembang ke pasar negara berkembang. Biaya pinjaman telah melonjak, dan perusahaan di beberapa negara, dari Brazil hingga China diperkirakan akan mengalami kesulitan membiayai kembali utang mereka.
Lihat Juga :