Ekonomi Cuma Tumbuh 4,94%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan AS
Senin, 06 November 2023 - 21:15 WIB
loading...
Menko Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibanding AS dan China. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III masih lebih baik jika dibandingkan dengan China ataupun Amerika Serikat (AS). Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 tercatat sebesar 4,94% (yoy).
Baca juga: Disuruh Jokowi Lunasi Tagihan Bulog Rp16 Triliun, Ini Jawaban Sri Mulyani
"Pertumbuhan kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain termasuk China, Malaysia, Amerika, bahkan Singapura," ungkap Airlangga dalam konferensi pers PDB Kuartal III-2023 serta Stimulus Fiskal di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/11/2023).
Airlangga memaparkan, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang solidnya permintaan domestik yang dicerminkan oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Menurutnya, kuatnya konsusmi domestik dilihat dari indeks keyakinan konsumen yang masih 121,7% per september 2023.
"Pengeluaran konsumsi rumah tangga jadi kontributor tertinggi 52,62%, didukung oleh laju inflasi yang bisa dikendalikan ditambah lagi pertumbuhan PMTB yang berkontribusi mendekati 30% yakni 29,68%," bebernya.
"Termasuk komponen barang modal bangunan yang menggerakkan sektor konstruksi dan harga komoditas mempengaruhi terhadap net eskpor yang mengalami penurunan walaupun ekspor jasa atau jasa pariwisata mengalami kenaikan," sambungnya.
Sementara itu dari sisi permintaan domestik, Airlangga menyebut sektor industri pengolahan memiliki share 18,75%, tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 5,20%.
Baca juga: Hadirkan Jiyue 01, Geely Yakin Otomotif China Bisa Melawan Tesla
"Kuatnya industri pengolahan juga sejalan dengan PMI yang ekspansif selama 26 bulan berturut-turut. Di bulan Oktober kemarin 51,5," pungkasnya.
Baca juga: Disuruh Jokowi Lunasi Tagihan Bulog Rp16 Triliun, Ini Jawaban Sri Mulyani
"Pertumbuhan kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain termasuk China, Malaysia, Amerika, bahkan Singapura," ungkap Airlangga dalam konferensi pers PDB Kuartal III-2023 serta Stimulus Fiskal di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/11/2023).
Airlangga memaparkan, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang solidnya permintaan domestik yang dicerminkan oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Menurutnya, kuatnya konsusmi domestik dilihat dari indeks keyakinan konsumen yang masih 121,7% per september 2023.
"Pengeluaran konsumsi rumah tangga jadi kontributor tertinggi 52,62%, didukung oleh laju inflasi yang bisa dikendalikan ditambah lagi pertumbuhan PMTB yang berkontribusi mendekati 30% yakni 29,68%," bebernya.
"Termasuk komponen barang modal bangunan yang menggerakkan sektor konstruksi dan harga komoditas mempengaruhi terhadap net eskpor yang mengalami penurunan walaupun ekspor jasa atau jasa pariwisata mengalami kenaikan," sambungnya.
Sementara itu dari sisi permintaan domestik, Airlangga menyebut sektor industri pengolahan memiliki share 18,75%, tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 5,20%.
Baca juga: Hadirkan Jiyue 01, Geely Yakin Otomotif China Bisa Melawan Tesla
"Kuatnya industri pengolahan juga sejalan dengan PMI yang ekspansif selama 26 bulan berturut-turut. Di bulan Oktober kemarin 51,5," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :