Crivisaya Ganjar Berdayakan Masyarakat untuk Budi Daya Ikan Nila
Senin, 06 November 2023 - 09:30 WIB
loading...
Crivisaya Ganjar membangun kolam bioflok untuk budi daya nila bagi warga di Sidodadi, Kedaton, Bandar Lampung. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Implementasi dari program pemberdayaan masyarakat kembali digelar Generasi alumni muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) yang berjejaring dalam kelompok sukarelawan Crivisaya Ganjar.
Relawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut memberikan kolam bioflok untuk budi daya nila bagi warga di Sidodadi, Kedaton, Bandar Lampung, Lampung. "Ada pembuatan kolam bioflok untuk masyarakat sekitar daerah ini yang memang kami coba untuk pemberdayaan masyarakat," kata Koordinator Wilayah Crivisaya Lampung, Alvin Alyonni dalam siaran pers, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Ganjar Disambut Gegap Gempita Ribuan Santri saat Kunjungi Pesantren Ar-Rahman Palembang
Alvin menjelaskan, kolam bioflok dipilih karena praktis, fleksibel, dan peletakannya yang tidak perlu menggunakan lahan yang luas. "Bioflok untuk pengelolaan lahannya sendiri lebih praktis dengan memanfaatkan media terpal. Untuk bioflok, hasil sisa pakannya itu bisa diolah lagi untuk pakan ikan itu sendiri," jelasnya.
Selain kolam, relawan juga turut menyerahkan bibit nila untuk mendukung budidaya tersebut. Nila dipilih karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. "Seperti kita tahu untuk nila itu perawatannya nggak terlalu ribet. Sangat gampang untuk merawat nila. Pengembangbiakannya juga cukup cepat. Secara nilai ekonomis, nila juga cukup stabil harganya," katanya.
Relawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut memberikan kolam bioflok untuk budi daya nila bagi warga di Sidodadi, Kedaton, Bandar Lampung, Lampung. "Ada pembuatan kolam bioflok untuk masyarakat sekitar daerah ini yang memang kami coba untuk pemberdayaan masyarakat," kata Koordinator Wilayah Crivisaya Lampung, Alvin Alyonni dalam siaran pers, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Ganjar Disambut Gegap Gempita Ribuan Santri saat Kunjungi Pesantren Ar-Rahman Palembang
Alvin menjelaskan, kolam bioflok dipilih karena praktis, fleksibel, dan peletakannya yang tidak perlu menggunakan lahan yang luas. "Bioflok untuk pengelolaan lahannya sendiri lebih praktis dengan memanfaatkan media terpal. Untuk bioflok, hasil sisa pakannya itu bisa diolah lagi untuk pakan ikan itu sendiri," jelasnya.
Selain kolam, relawan juga turut menyerahkan bibit nila untuk mendukung budidaya tersebut. Nila dipilih karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. "Seperti kita tahu untuk nila itu perawatannya nggak terlalu ribet. Sangat gampang untuk merawat nila. Pengembangbiakannya juga cukup cepat. Secara nilai ekonomis, nila juga cukup stabil harganya," katanya.
Lihat Juga :