Bank Sentral di Dunia Pesta Emas, Sepanjang Tahun Ini Borong 800 Ton

Kamis, 09 November 2023 - 08:55 WIB
loading...
A A A
Peningkatan pembelian emas oleh negara-negara berkembang mengikuti tren global bank sentral yang menjauh dari dolar AS sebagai mata uang cadangan. Kepercayaan pada greenback telah berkurang secara global sejak Washington memakai mata uang sebagai senjata dalam sanksinya terhadap Moskow atas konflik Ukraina dan membekukan miliaran dolar cadangan devisa negara itu.

Tingginya angka pembelian Emas juga membuat harga logam mulia ini tergolong lebih stabil terlepas dari kondisi ekonomi dan geopolitik yang tidak menentu akibat krisis global. Sehingga, tak mengherankan jika minat masyarakat untuk membeli Emas sebagai safe haven tetap tinggi.

Pembelian Emas dalam jumlah besar oleh bank-bank sentral dunia ini merupakan langkah antisipasi dalam menghadapi resesi global. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap harga Emas.

Cadangan Emas yang dimiliki oleh bank sentral dunia memiliki tujuan sebagai diversifikasi cadangan kekayaan yang dimiliki. Dengan mendiversifikasi mata uang ke dalam bentuk Emas, maka bank sentral akan semakin mudah dalam menjaga nilai dari mata uang tersebut.

Dengan kata lain, emas menjadi pilar pondasi ekonomi sebuah negara di tengah-tengah krisis. Karena, Emas memiliki sifat yang tahan terhadap resesi dan inflasi serta mampu mempertahankan nilai.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Rekomendasi
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved