Sukses Jalankan Program JKN, Puluhan Delegasi AeHIN Sambangi BPJS Kesehatan
Kamis, 09 November 2023 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Data dan informasi Program JKN ini ibarat tambang emas. Setiap harinya ada 112 transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran. Karenanya, kami berupaya memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya," kata Ghufron saat ditemui usai acara.
Ghufron yang saat ini juga menjabat Ketua TC Health International Social Security Association (ISSA) beranggotakan 160 negara ini, menambahkan BPJS Kesehatan telah mengembangkan beragam inovasi digital untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada peserta.
Mulai dari antrean online untuk memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan layanan skrining riwayat kesehatan untuk mendeteksi dini risiko penyakit kronis, konsultasi online dengan dokter, dan yang terbaru bernama i-Care JKN.
Digitalisasi Bidang Kesehatan
Peserta JKN dapat dengan mudah melihat riwayat pelayanan yang telah diberikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Informasi tersebut mencakup data diagnosa, tindakan medis, fasilitas kesehatan pemberi layanan, dan tanggal pelayanan selama setahun terakhir.
“Melalui i-Care JKN, dokter juga dapat merencanakan perawatan yang sesuai berdasarkan data yang lebih real time, aktual, dan faktual. Ini akan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kesehatan," kata Ghufron yang juga menjabat dalam Steering Group JLN Indonesia.
![Sukses Jalankan Program JKN, Puluhan Delegasi AeHIN Sambangi BPJS Kesehatan]()
Dari kiri-kanan Ethan Wong, Steering Group Joint Learning Network (JLN), Ali Ghufron Mukti, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan. (Foto: Inews Media Group/Jack Newa)
Ghufron yang saat ini juga menjabat Ketua TC Health International Social Security Association (ISSA) beranggotakan 160 negara ini, menambahkan BPJS Kesehatan telah mengembangkan beragam inovasi digital untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada peserta.
Mulai dari antrean online untuk memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan layanan skrining riwayat kesehatan untuk mendeteksi dini risiko penyakit kronis, konsultasi online dengan dokter, dan yang terbaru bernama i-Care JKN.
Digitalisasi Bidang Kesehatan
Peserta JKN dapat dengan mudah melihat riwayat pelayanan yang telah diberikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Informasi tersebut mencakup data diagnosa, tindakan medis, fasilitas kesehatan pemberi layanan, dan tanggal pelayanan selama setahun terakhir.
“Melalui i-Care JKN, dokter juga dapat merencanakan perawatan yang sesuai berdasarkan data yang lebih real time, aktual, dan faktual. Ini akan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kesehatan," kata Ghufron yang juga menjabat dalam Steering Group JLN Indonesia.

Dari kiri-kanan Ethan Wong, Steering Group Joint Learning Network (JLN), Ali Ghufron Mukti, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan. (Foto: Inews Media Group/Jack Newa)
Lihat Juga :