Empat Langkah Radikal The Fed Selamatkan Ekonomi AS

Kamis, 30 April 2020 - 12:25 WIB
loading...
Empat Langkah Radikal...
Bank sentral AS alias Federal Reserve mempersiapkan pertemuan virtual pekan ini, untuk melihat apakah langkah luar biasa untuk menghadapi krisis ekonomi paling parah di dunia sejak krisis keuangan telah bekerja. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Bank sentral Amerika Serikat (AS) alias Federal Reserve mempersiapkan pertemuan virtual pekan ini, untuk melihat apakah langkah luar biasa yang mereka ambil untuk menghadapi krisis ekonomi paling parah di dunia sejak krisis keuangan telah bekerja. Sejak Maret 2020, Federal Reserve atau The Fed telah berjanji mengucurkan lebih dari USD4 triliun ke dalam sistem keuangan, melakukan pemotongan suku bunga, melonggarkan aturan perbankan dan secara dramatis memperluas pinjaman.

The Fed telah mengucurkan stimulus lebih dari USD2,2 triliun sejauh ini, dimana telah direplikasi beberapa hal oleh banyak bank sentral lainnya termasuk Bank of England. Dalam paket stimulus itu, The Fed mengatakan akan bekerja sama dengan bank untuk menawarkan pinjaman empat tahun kepada perusahaan yang memiliki 10.000 karyawan dan secara langsung membeli obligasi negara dan kota.

Respons tersebut melengkapi paket yang dikeluarkan pemerintah sebagai upaya untuk menjaga uang tetap mengalir meskipun aktivitas bisnis selama pandemi terhenti. "Apa yang mereka lakukan pada dasarnya sama ketika saat krisis keuangan global dan sekarang hal itu menjadi steroid," kata Frederic Mishkin, seorang profesor perbankan dan lembaga keuangan di Columbia Business School seperti dilansir BBC.

1. The Fed Gelontorkan Dolar ke Negara Asing dan Lembaga Keuangan

Sistem keuangan berada di bawah tekanan musim semi ini, saat investor menarik keluar dana mereka hingga membuat gejolak pasar saham. Perusahaan menekan kredit dalam mengantisipasi kerugian dan negara lain tampaknya menahan dolar untuk stabilitas.

Menanggapi dana yang keluar, Fed menggunakan kekuatan darurat untuk memberikan dana ke lembaga keuangan utama. Hal ini juga membuat lebih mudah bagi bank sentral asing untuk bertukar mata uang mereka sendiri terhadap dolar melalui apa yang disebut "swap line".

The Fed mampu merespon dengan cepat, karena telah mengembangkan program selama krisis keuangan 2007-2009, kata Alan Blinder, profesor ekonomi dan urusan kemasyarakatan di Universitas Princeton. Tetapi pada saat itu, The Fed berusaha untuk melindungi perekonomian yang lebih luas dari perilaku Bank berisiko, sedangkan sekarang Fed bekerja untuk melindungi sistem keuangan dari krisis ekonomi yang lebih besar.

"Itu bukan karena mereka peduli dengan bankir. Tetapi karena jika sistem keuangan mulai implode, yang sudah mulai dilakukan akan percuma saat mulai berdampak ke ekonomi riil hingga membuat hal yang jauh lebih buruk," ujar Prof Blinder.

2. The Fed Menawarkan Beli Hutang dari Perusahaan Besar

Tapi Fed telah melakukan melampaui untuk hanya menopang sistem keuangan. Ketakutan terjadinya gelombang kebangkrutan sebagai akibat dari lockdown membuat anggaran perusahaan tertekan dan khawatirnya bank menolak memberikan pinjaman. Maka The Fed pada bulan Maret, akan bekerja langsung bersama perusahaan untuk meminjam dan menawarkan obligasi.

Komitmennya mencapai hingga USD100 miliar untuk usaha, dan dalam beberapa minggu telah memperluas potensi komitmen hingga USD750 miliar. Hal itu juga mencakup akan membeli hingga USD100 miliar jenis utang yang lain, termasuk hutang kartu kredit, pembiayaan mobil pinjaman, pinjaman mahasiswa, hipotek komersial dan pinjaman "leveraged ".

Daftar ini sangat luas, hingga beberapa pengamat industri keuangan mengomentari dengan nada becanda bahwa bank selanjutnya akan membeli kartu bisbol. Beberapa telah memperingatkan tindakan Bank dapat mendorong masa depan yang berisiko. "Pasar bekerja ketika banyak yang memiliki rasa takut kehilangan," tulis OakTree Capital Management Co-Founder Howard Marks.

"Seharusnya tidak menjadi peran Fed atau pemerintah untuk memberantas itu," sambungnya.

Banyak ekonom mengatakan ada ketakutan yang berlebihan, mengingat sifat yang unik dari dampak virus corona. "Saya rasa ini seperti kejutan eksternal yang besar, bahwa saya pikir bank sentral seharusnya menyediakan likuiditas dan mencoba untuk mencegah beberapa pengeluaran (untuk masyarakat)," kata ekonom Nellie Liang, seorang Senior Fellow di Brookings Institution dan mantan Direktur stabilitas keuangan di The Fed.

3. The Fed Juga Memberikan Pinjaman Langsung ke Usaha Kecil

The Fed telah mengumumkan akan meluncurkan "Main Street" operasi pinjaman, dengan alokasi USD600 miliar sebagai pendanaan rendah dengan pinjaman empat tahun senilai USD1 juta hingga USD25 juta bagi perusahaan berukuran menengah. Hal ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Departemen Keuangan telah menempatkan USD75 miliar sebagai rencana, setelah program bantuan bagi bisnis kecil membuat pemerintah kewalahan oleh permintaan.

"Ini adalah langkah besar untuk Fed, tapi saya pikir krisis ini tidak biasa. Masalah tidak hanya likuiditas pasar tetapi likuiditas untuk perusahaan kecil yang sering kali tidak memiliki akses ke pasar sehingga sejauh mana Fed dapat memberikan beberapa dukungan di sini, tampaknya penting," ujar MS Liang.

Tapi, dia menambahkan:"The Fed harus berpikir dengan sangat cermat tentang bagaimana merancang program Main Street untuk membantu peminjam dan tidak hanya meningkatkan beban utang mereka,".

Memang banyak masalah ekonomi saat ini yang tidak dapat diselesaikan dengan pinjaman, Prof Blinder memperingatkan, menunjuk pada perlunya pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran pada item seperti kesehatan dan tunjangan pengangguran. "Apakah kegiatan ini membantu ekonomi? Jawabannya adalah ya, tapi kata operatif dalam kalimat itu adalah membantu-The Fed tidak dapat melakukan ini dengan sendirinya," katanya.

4. The Fed Juga Membantu Pemerintah Daerah

Peningkatan biaya kesehatan dan program sosial, dikombinasikan dengan pendapatan pajak yang terjun bebas telah menciptakan masalah besar bagi pemerintah daerah. Biasanya, mereka meminjam uang dengan menerbitkan Obligasi. Tapi dengan kondisi pasar sejak awal tahun ini, dimana besarnya krisis membuat investor waspada terhadap pembayaran.

Jadi, The Fed mengatakan akan membeli obligasi hingga USD500 miliar yang dikeluarkan oleh negara bagian, kota hingga kabupaten untuk menjadi langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Departemen Keuangan mendukung upaya tersebut dengan menyiapkan USD35 miliar.

The Fed sendiri telah berjanji untuk menjaga kembali permintaan dan membantu menurunkan biaya pinjaman, kata Michael Belsky, Direktur Eksekutif Center for Municipal Finance di Chicago University's Harris. "Ini adalah Godsend. Untuk sebagian besar, saya pikir ini adalah hal yang sangat kreatif dan tepat untuk dilakukan," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish
Satu Dekade Terakhir,...
Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS
Utang Amerika Bengkak...
Utang Amerika Bengkak jadi Rp635.572 Triliun, IMF: Ekonomi Global dalam Bahaya
Pengaruh Dolar AS di...
Pengaruh Dolar AS di Pasar Global Terancam di Tengah Politisasi Lembaga
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Rekor! Terdapat 771.000...
Rekor! Terdapat 771.000 Tunawisma di Seluruh Amerika Serikat
Rekomendasi
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved