Ganjar Diskusi Pertumbuhan Ekonomi dengan Sri Mulyani Target 7%, Berapa Angka Pertumbuhan Saat ini?

Selasa, 14 November 2023 - 17:09 WIB
loading...
Ganjar Diskusi Pertumbuhan...
Calon Presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan, bahwa dirinya telah melakukan diskusi strategis dengan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, terkait strategi pertumbuhan ekonomi untuk keluar dari middle income trap. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan, bahwa dirinya telah melakukan diskusi strategis dengan Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati, terkait strategi pertumbuhan ekonomi untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah atau 'middle income trap' di Indonesia.

Baca Juga: Ganjar Beberkan Jurusnya Tumbuhkan Ekonomi 7% per Tahun

Pertemuan antara keduanya berlangsung sebelum pandemi Covid-19 melanda, di mana Sri Mulyani meminta Ganjar untuk merumuskan strategi guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 7% per tahun.

Mantan Gubernur Jawa Tengah selama dua periode itu menjelaskan, bahwa pemilihan angka 7% sebagai target pertumbuhan ekonomi dalam dokumen visi-misinya bersama Calon Wakil Presiden, Mahfud MD, dipilih karena dianggap sebagai angka ideal untuk menghindari middle income trap.

Baca Juga: Simak! Ini Langkah Jitu Ganjar Pranowo untuk Bawa Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom 2023 pada, Rabu (8/11/2023) Ganjar Pranowo berbagi informasi mengenai diskusi tersebut, menegaskan komitmennya untuk memberikan kepastian dan penegakan hukum yang jelas kepada para pengusaha.

"Pertumbuhan ekonomi sampai 7% kenapa? Kita pernah bicara sama Sri Mulyani sebelum pandemi, 'Pak Ganjar siapin dong kalau enggak kita middle income trap'," ujar Ganjar.

Berangkat dari pembicaraan ini, Ganjar Pranowo menetapkan target pertumbuhan ekonomi 7% sebagai bagian dari dokumen visi-misi bersama Calon Wakil Presiden, Mahfud MD.

Berapakah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini? Seberapa jauhkah keinginan Ganjar untuk meningkatkan angka tersebut?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini

Melansir dari sejumlah media nasional, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memastikan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada keseluruhan tahun 2023 akan berada dalam kisaran 4,5%-5,3%. Hal ini diungkapkan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (13/11/2023).

Meski realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2023 meleset dari perkiraan, Perry memastikan bahwa asumsi prognosa untuk pertumbuhan ekonomi tetap sesuai dengan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) sebesar 5,01%.

"Pada kuartal III-2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 4,94% secara tahunan atau yoy. Jauh dari perkiraan yang seharusnya mampu melaju hingga angka 5,15%. Tentu tahun depan juga masih cukup baik sekitar 5%, khususnya dari permintaan domestik sejalan kenaikan gaji ASN, penyelenggaraan pemilu, juga pembangunan IKN," paparnya.

BI memperkirakan konsumsi rumah tangga akan berada pada angka 4,97% di tahun 2024 mendatang. Konsumsi pemerintah akan menjadi 3,98%, investasi menginjak 5,06%, ekspor menjadi 0,91%, dan diikuti impor dengan minus 0,52%.

Dari sisi inflasi, Perry memperkirakan masih akan tetap rendah, meskipun pada kuartal IV diperkirakan naik sedikit menjadi 2,56%. "Kami kira tahun depan masih terkendali meski sedikit meningkat," jelas Perry.

Sementara itu untuk tahun 2024, Perry memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5%, didukung oleh potensi terjaganya konsumsi dan investasi berkat kenaikan gaji ASN, penyelenggaraan Pemilu 2024, serta pembangunan IKN.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
7 Negara Eropa Ini Diramal...
7 Negara Eropa Ini Diramal Akan Bernasib Sama dengan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved