1,8 Juta Lulusan SMA/Sederajat Masuk Pasar Kerja Setiap Tahun, Lowongan Kerja Makin Sempit
Selasa, 14 November 2023 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ketimpangan antara suply dan demand di pasar kerja disebabkan oleh kebutuhan industri yang sudah banyak berubah dan sudah tidak relevan dengan skill yang dimiliki SDM di Indonesia."Rendahnya digital skill menajadi tantangan untuk memenuhi kebutuhan industri di masa mendatang," lanjutnya.
Lebih lanjut, Ida Fauziyah mengungkapkan, setidaknya ada dua pola permintaan tenaga kerja di industri saat ini. Pertama pekerjaan-pekerjaan yang bersentuhan dengan pemanfaatan teknologi digital.
Kedua dari sisi soft skill yang saat ini mulai banyak dibutuhkan adalah menyangkut kemampuan analitis, orientasi pemecahan masalah, kreatifitas, dan komunikasi sangat diperlukan.Namun demikian menurutnya, keterampilan digital yang dimiliki tenaga kerja Indonesia masih bersifat teoritis dan umum, sehingga terjadi kesenjangan dari sisi supply dan demand industri.
Dalam paparannya, Ida Fauziyah juga menyebutkan, beberapa sektor yang punya permintaan tinggi disebuah perusahaan. Misalnya TIK sebesar 26,91%, jasa keuangan 25,44%, ritel 6,32%, makanan dan minuman 5,55%, media, penerbitan, dan ritel 5,20%, perhotelan dan akomodasi 4,43%, kecantikan 4,15%, serta manufaktur dan konstruksi sebesar 3,72%.
"Kemnaker membuat kebijakan link and match ketenagakerjaan sebagai solusi mengurangi kesenjangan dalam pasar kerja di Indonesia, dengan arah kebijakan membangun integritas antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja," tukasnya.
Lebih lanjut, Ida Fauziyah mengungkapkan, setidaknya ada dua pola permintaan tenaga kerja di industri saat ini. Pertama pekerjaan-pekerjaan yang bersentuhan dengan pemanfaatan teknologi digital.
Kedua dari sisi soft skill yang saat ini mulai banyak dibutuhkan adalah menyangkut kemampuan analitis, orientasi pemecahan masalah, kreatifitas, dan komunikasi sangat diperlukan.Namun demikian menurutnya, keterampilan digital yang dimiliki tenaga kerja Indonesia masih bersifat teoritis dan umum, sehingga terjadi kesenjangan dari sisi supply dan demand industri.
Dalam paparannya, Ida Fauziyah juga menyebutkan, beberapa sektor yang punya permintaan tinggi disebuah perusahaan. Misalnya TIK sebesar 26,91%, jasa keuangan 25,44%, ritel 6,32%, makanan dan minuman 5,55%, media, penerbitan, dan ritel 5,20%, perhotelan dan akomodasi 4,43%, kecantikan 4,15%, serta manufaktur dan konstruksi sebesar 3,72%.
"Kemnaker membuat kebijakan link and match ketenagakerjaan sebagai solusi mengurangi kesenjangan dalam pasar kerja di Indonesia, dengan arah kebijakan membangun integritas antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja," tukasnya.
(akr)
Lihat Juga :