1,8 Juta Lulusan SMA/Sederajat Masuk Pasar Kerja Setiap Tahun, Lowongan Kerja Makin Sempit
Selasa, 14 November 2023 - 20:59 WIB
loading...
Menaker Ida Fauziyah mengungkapkan, sebanyak 1,8 juta lulusan SMA/SMK/MA setiap tahun tidak tertampung di perguruan tinggi dan terpaksa masuk pasar kerja. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Ida Fauziyah mengungkapkan, apa saja yang menjadi tantangan sektor ketenagakerjaan di Indonesia saat ini. Menurutnya masih adanya kesenjangan antara penawaran atau supply dengan permintaan atau kebutuhan industri akan tenaga kerja.
Baca Juga: UMP 2024 Diumumkan Paling Lambat 21 November 2023, Menaker Ida: Mungkin Saja di Atas 10%
Ida Fauziyah menjelaskan, setiap tahunnya sebanyak 1,8 juta lulusan SMA/SMK/MA tidak masuk ke perguruan tinggi sehingga masuk dalam pasar kerja di Indonesia. Sedangkan kebutuhan industri akan tenaga kerja tidak sebanyak dengan lulusan SMA/sederajat yang setiap tahunnya bertambah 1,8 juta.
"Saat ini yang menjadi salah satu tantangan ketenagakerjaan di Indonesia adalah adanya kesenjangan antara sisi suply dan demand pasar ketenegakerjaan di Indonesia. Sebanyak 1,8 juta lulusan SMA/SMK/MA setiap tahun tidak tertampung di perguruan tinggi dan terpaksa masuk pasar kerja ," ujarnya dalam Raker bersama Komisi IX, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah: Pusat Pasar Kerja sebagai Jawaban Permasalahan Link and Match Hadapi Era Digital 4.0
Baca Juga: UMP 2024 Diumumkan Paling Lambat 21 November 2023, Menaker Ida: Mungkin Saja di Atas 10%
Ida Fauziyah menjelaskan, setiap tahunnya sebanyak 1,8 juta lulusan SMA/SMK/MA tidak masuk ke perguruan tinggi sehingga masuk dalam pasar kerja di Indonesia. Sedangkan kebutuhan industri akan tenaga kerja tidak sebanyak dengan lulusan SMA/sederajat yang setiap tahunnya bertambah 1,8 juta.
"Saat ini yang menjadi salah satu tantangan ketenagakerjaan di Indonesia adalah adanya kesenjangan antara sisi suply dan demand pasar ketenegakerjaan di Indonesia. Sebanyak 1,8 juta lulusan SMA/SMK/MA setiap tahun tidak tertampung di perguruan tinggi dan terpaksa masuk pasar kerja ," ujarnya dalam Raker bersama Komisi IX, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah: Pusat Pasar Kerja sebagai Jawaban Permasalahan Link and Match Hadapi Era Digital 4.0
Lihat Juga :