Gugatan Pailit Tak Berdasar, AIA Pastikan Keuangan Perusahaan Sangat Sehat
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:53 WIB
loading...
Laba bersih AIA capai sebesar Rp1.025 miliar. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT AIA Financial (AIA) menegaskan tuduhan gagal bayar dan gugatan pailit yang dilakukan oleh dua mantan agennya yang baru-baru ini diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak berdasar. Perusahaan asuransi tersebut memastikan kondisi keuangan cukup sehat dan pendapatan meningkat dari tahun ke tahun.
Adapun keputusan terhadap para penggugat dilakukan mengingat AIA menjunjung standar kepatuhan yang tinggi dan standar perilaku profesional yang diatur dalam kode etik perusahaan. AIA tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan akan mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut.
"AIA berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal II/2020 dengan tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang kuat, yakni sebesar 739%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan oleh OJK yakni sebesar 120%," ujar Direktur Hukum, Kepatuhan dan Risiko AIA, Rista Qatrini Manurung, di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
Baca Juga: Melalui DigiBuy, AIA Pasarkan Produk Unit Link
Menurut dia telah terjadi pelanggaran yang dilakukan penggugat. Bahkan pelanggaran tersebut telah diakui oleh penggugat dan perusahaan telah memberikan kesempatan kepada penggugat untuk memperbaiki.
Adapun pelanggaran yang dilakukan penggugat tidak sesuai dengan SOP yang telah disepakati bersama merujuk pada kewenangan OJK selaku regulator terkait pengajuan PKPU dan kepailitan. Rista menegaskan bahwa AIA kinerja keuangan AIA sangat sehat dengan peningkatan laba bersih setelah pajak pada kuartal II/2020 sebesar Rp1.025 miliar atau tumbuh sebesar Rp763 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp262 miliar.
Lebih dari itu, Rista melanjutkan bahkan di tengah kondisi ekonomi yang terimbas pandemi Covid-19 dengan banyak industri raksasa terkena dampak dan orang kehilangan pekerjaan, AIA justru membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga pemasar asuransi melalui Premier Academy dan SA Pro. Dalam sebulan, AIA menerima lebih dari 2.000 peserta yang mengikuti sesi Entrepreneurship Opportunity Program yang dilakukan secara virtual.
Adapun keputusan terhadap para penggugat dilakukan mengingat AIA menjunjung standar kepatuhan yang tinggi dan standar perilaku profesional yang diatur dalam kode etik perusahaan. AIA tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan akan mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut.
"AIA berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal II/2020 dengan tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang kuat, yakni sebesar 739%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan oleh OJK yakni sebesar 120%," ujar Direktur Hukum, Kepatuhan dan Risiko AIA, Rista Qatrini Manurung, di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
Baca Juga: Melalui DigiBuy, AIA Pasarkan Produk Unit Link
Menurut dia telah terjadi pelanggaran yang dilakukan penggugat. Bahkan pelanggaran tersebut telah diakui oleh penggugat dan perusahaan telah memberikan kesempatan kepada penggugat untuk memperbaiki.
Adapun pelanggaran yang dilakukan penggugat tidak sesuai dengan SOP yang telah disepakati bersama merujuk pada kewenangan OJK selaku regulator terkait pengajuan PKPU dan kepailitan. Rista menegaskan bahwa AIA kinerja keuangan AIA sangat sehat dengan peningkatan laba bersih setelah pajak pada kuartal II/2020 sebesar Rp1.025 miliar atau tumbuh sebesar Rp763 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp262 miliar.
Lebih dari itu, Rista melanjutkan bahkan di tengah kondisi ekonomi yang terimbas pandemi Covid-19 dengan banyak industri raksasa terkena dampak dan orang kehilangan pekerjaan, AIA justru membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga pemasar asuransi melalui Premier Academy dan SA Pro. Dalam sebulan, AIA menerima lebih dari 2.000 peserta yang mengikuti sesi Entrepreneurship Opportunity Program yang dilakukan secara virtual.
Lihat Juga :