Investasi Asing Ambles 60% di Awal 2023, Ekonomi Israel Sedang Tak Baik-baik Saja?
Kamis, 16 November 2023 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan terlihat pada jumlah transaksi asing dan jumlah investor asing selama kuartal pertama tahun ini. Mengutip data dari Biro Pusat Statistik, mencatat bahwa investasi asing langsung pada kuartal pertama tahun 2023 turun 34% menjadi USD4,76 miliar, dibandingkan rata-rata kuartalan yang tercatat pada tahun 2020 dan 2022.
Selain itu, ukuran rata-rata transaksi keluar -merger dan akuisisi atau penawaran umum perdana saham- pada kuartal pertama juga merosot tajam 80% menjadi USD56 juta dari sekitar USD307 juta pada tahun 2020 dan 2022. Kementerian Keuangan mengaitkan, sebagian dari penurunan tajam ini dengan penurunan valuasi banyak perusahaan teknologi di Amerika Serikat.
Tahun lalu di 2022, transaksi investasi asing mencapai USD29,3 miliar setelah mencetak rekor pada 2021, dengan aliran investasi asing secara mengejutkan tembus USD47 miliar yang setara Rp728,4 triliun, menurut data. Angka tersebut meningkat pesat bila dibandingkan dengan capaian investasi asing USD26,4 miliar yang tercatat pada tahun 2020.
Pada paruh kedua tahun 2022, investasi di perusahaan swasta melambat di tengah kenaikan suku bunga, penurunan pasar saham global, dan PHK teknologi. Ditambah kondisi ketidakpastian politik lokal seputar perombakan yudisial yang kontroversial pada awal tahun, telah mendorong investor asing ke posisi wait dan see tentang pembuatan kesepakatan.
Hal yang menjadi perhatian utama dalam komunitas bisnis dan teknologi adalah adanya kekhawatiran perombakan yudisial yang diusulkan akan mengikis demokrasi dan melemahkan checks and balances. Dimana bisa membuat pemodal ventura ragu menginvestasikan uang mereka di negara ini dan memicu arus dana keluar.
Selain itu, ukuran rata-rata transaksi keluar -merger dan akuisisi atau penawaran umum perdana saham- pada kuartal pertama juga merosot tajam 80% menjadi USD56 juta dari sekitar USD307 juta pada tahun 2020 dan 2022. Kementerian Keuangan mengaitkan, sebagian dari penurunan tajam ini dengan penurunan valuasi banyak perusahaan teknologi di Amerika Serikat.
Tahun lalu di 2022, transaksi investasi asing mencapai USD29,3 miliar setelah mencetak rekor pada 2021, dengan aliran investasi asing secara mengejutkan tembus USD47 miliar yang setara Rp728,4 triliun, menurut data. Angka tersebut meningkat pesat bila dibandingkan dengan capaian investasi asing USD26,4 miliar yang tercatat pada tahun 2020.
Pada paruh kedua tahun 2022, investasi di perusahaan swasta melambat di tengah kenaikan suku bunga, penurunan pasar saham global, dan PHK teknologi. Ditambah kondisi ketidakpastian politik lokal seputar perombakan yudisial yang kontroversial pada awal tahun, telah mendorong investor asing ke posisi wait dan see tentang pembuatan kesepakatan.
Hal yang menjadi perhatian utama dalam komunitas bisnis dan teknologi adalah adanya kekhawatiran perombakan yudisial yang diusulkan akan mengikis demokrasi dan melemahkan checks and balances. Dimana bisa membuat pemodal ventura ragu menginvestasikan uang mereka di negara ini dan memicu arus dana keluar.
Lihat Juga :