Siklus PE Kuartal III dan IV Turun, Indef: Tanpa Kebijakan Berbeda RI Bisa Depresi

loading...
Siklus PE Kuartal III dan IV Turun, Indef: Tanpa Kebijakan Berbeda RI Bisa Depresi
Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi (PE) di kuartal III dan IV akan kembali turun atau minus. Hal ini didasari pada data pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, pertumbuhan ekonomi yang positif itu puncaknya terjadi pada kuartal II. Sedangkan untuk kuartal III dan IV justru akan mengalami penurunan. (Baca juga: Catat 3.500 Kasus Baru, Filipina Puncaki Infeksi Covid-19 di Asia Tenggara)"Dalam satu dekade terakhir, puncak pertumbuhan ekonomi itu ada di kuartal II, sedangkan kuartal III dan IV itu turun. Bahkan terkontraksi negatif," kata Rusli dalam konferensi pres bertajuk Respon Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020, Kamis (6/8/2020).

Dengan kondisi tersebut, dia menilai bahwa pemerintah harus mempunyai kebijakan yang berbeda dengan tahun sebelumnya, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Sebab, Jika tidak ada perubahan maka Indonesia akan masuk jurang depresi ekonomi. (Baca juga: Bersiap Menghadapi Resesi)

"Secara tren dari tahun ke tahun kuartal III dan IV itu turun, siklusnya pertumbuhan ekonominya seperti itu. Maka harus ada langkah kebijakan lain dari pemerintah," tandasnya.

(ind)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top