Siklus PE Kuartal III dan IV Turun, Indef: Tanpa Kebijakan Berbeda RI Bisa Depresi

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:22 WIB
loading...
Siklus PE Kuartal III...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi (PE) di kuartal III dan IV akan kembali turun atau minus. Hal ini didasari pada data pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, pertumbuhan ekonomi yang positif itu puncaknya terjadi pada kuartal II. Sedangkan untuk kuartal III dan IV justru akan mengalami penurunan. (Baca juga: Catat 3.500 Kasus Baru, Filipina Puncaki Infeksi Covid-19 di Asia Tenggara )"Dalam satu dekade terakhir, puncak pertumbuhan ekonomi itu ada di kuartal II, sedangkan kuartal III dan IV itu turun. Bahkan terkontraksi negatif," kata Rusli dalam konferensi pres bertajuk Respon Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020, Kamis (6/8/2020).

Dengan kondisi tersebut, dia menilai bahwa pemerintah harus mempunyai kebijakan yang berbeda dengan tahun sebelumnya, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Sebab, Jika tidak ada perubahan maka Indonesia akan masuk jurang depresi ekonomi. (Baca juga: Bersiap Menghadapi Resesi )

"Secara tren dari tahun ke tahun kuartal III dan IV itu turun, siklusnya pertumbuhan ekonominya seperti itu. Maka harus ada langkah kebijakan lain dari pemerintah," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rekomendasi
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved