KKKS Dipermudah Ajukan Bebas Fiskal Impor Barang Hulu Migas

Kamis, 16 November 2017 - 16:06 WIB
KKKS Dipermudah Ajukan...
KKKS Dipermudah Ajukan Bebas Fiskal Impor Barang Hulu Migas
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Migas, SKK Migas, dan Indonesia National Single Window (INSW) bersinergi untuk menciptakan tata kelola impor barang operasi untuk kegiatan usaha hulu migas yang akuntabel, andal, selaras, dan transparan.

Hal ini ditandatangani dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar berbagai pihak tersebut. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi, Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan perwakilan dari INSW.

Heru Pambudi mengatakan, sinergi ini diharapkan dapat mempermudah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas dalam mengajukan permohonan fasilitas pembebasan fiskal atas impor barang operasi untuk kegiatan usaha hulu migas. Sehingga, diharapkan KKKS tertarik untuk berinvestasi melakukan eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia.

"Saya kira ini mmentum yang lama kita tunggu. Saya lapor ke Pak Amien Sunaryadi waktu saya masih jadi direktur fasilitas, kami mengusulkan proposal bagaimana Bea Cukai, KKKS, dan SKK Migas waktu itu konteksnya bisa terintegrasi dari sisi baik policy maupun operasionalnya yang tentu ini didukung IT. Alhamdulillah beliau senang hati mendukung dan kita sudah melihat hasilnya sekarang," terang Heru di Gedung DJBC, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Menurutnya, DJBC dan KKKS sejatinya telah menerapkan sistem otomasi yang terhubung melalui sistem aplikasi SOFAST. Namun, belum melibatkan Ditjen Migas, SKK Migas, dan INSW.

Sebab itu, untuk dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, pihaknya menggandeng ketiga instansi tersebut guna mengembangkan aplikasi perizinan. Diharapkan, waktu pengurusan perizinan akan lebih cepat.

"Alhamdulillah karena semua sepakat, yang tadinya kita akan bersinergi secara kluster kecil yaitu SKK Migas, KKKS dan bea cukai, kemudian kita expand dengan ESDM. Ini suatu kesepakatan yang menurut saya luar biasa," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lifting Migas Kuartal...
Lifting Migas Kuartal I-2021 Tak Capai Target, Ini Sebabnya!
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Imbas Corona, SKK Migas...
Imbas Corona, SKK Migas Lakukan Penyesuaian Target Lifting Migas
Indonesia Punya 128...
Indonesia Punya 128 Cekungan Minyak dan Gas, Tapi Baru 20 yang Tokcer
SKK Migas Usahakan Produksi...
SKK Migas Usahakan Produksi Migas Tidak Turun di 2021
Produksi Minyak RI Diyakini...
Produksi Minyak RI Diyakini Bakal Bertambah 3.500 Barel Minyak per Hari
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved