Imbas Corona, SKK Migas Lakukan Penyesuaian Target Lifting Migas
Kamis, 11 Juni 2020 - 10:19 WIB
loading...
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting migas nasional hingga Mei 2020 mencapai 1,712 juta barel setara minyak per hari (boepd).
Rinciannya adalah lifting minyak 701 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 5.658 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 1.010 ribu barel minyak ekuivalen per hari (boepd). Realisasi lifting migas ini mencapai 90% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar 1,946 boepd.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, faktor rendahnya harga minyak dan LNG di tengah pandemi Covid-19 turut berdampak pada besaran investasi sektor hulu migas.
"Investasi awalnya ditargetkan USD13,8 miliar, namun berdasarkan kondisi saat ini kami melihat capaian maksimal di angka USD11,8 miliar," jelas Dwi di Jakarta (11/6/2020).
(Baca Juga: Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri)
Hingga Mei, SKK Migas mencatat investasi hulu migas telah mencapai USD3,93 miliar. Kendati turun, SKK Migas terus melakukan beberapa upaya untuk memaksimalkan investasi hulu migas antaranya tetap melakukan open data dan promosi open area, menjaga keekonomian wilayah kerja, efisiensi biaya, dan memaksimalkan One Door Service Policy untuk mempercepat perizinan.
Dwi berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu Kontraktor Kontrak Kerja Sama untuk memaksimalkan kinerjanya disaat sulit seperti ini. Selain target investasi, SKK Migas juga melakukan penyesuaian terhadap target lifting minyak sebesar 705.000 bopd, turun dari target awal 755.000 bopd.
Rinciannya adalah lifting minyak 701 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 5.658 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 1.010 ribu barel minyak ekuivalen per hari (boepd). Realisasi lifting migas ini mencapai 90% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar 1,946 boepd.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, faktor rendahnya harga minyak dan LNG di tengah pandemi Covid-19 turut berdampak pada besaran investasi sektor hulu migas.
"Investasi awalnya ditargetkan USD13,8 miliar, namun berdasarkan kondisi saat ini kami melihat capaian maksimal di angka USD11,8 miliar," jelas Dwi di Jakarta (11/6/2020).
(Baca Juga: Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri)
Hingga Mei, SKK Migas mencatat investasi hulu migas telah mencapai USD3,93 miliar. Kendati turun, SKK Migas terus melakukan beberapa upaya untuk memaksimalkan investasi hulu migas antaranya tetap melakukan open data dan promosi open area, menjaga keekonomian wilayah kerja, efisiensi biaya, dan memaksimalkan One Door Service Policy untuk mempercepat perizinan.
Dwi berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu Kontraktor Kontrak Kerja Sama untuk memaksimalkan kinerjanya disaat sulit seperti ini. Selain target investasi, SKK Migas juga melakukan penyesuaian terhadap target lifting minyak sebesar 705.000 bopd, turun dari target awal 755.000 bopd.
Lihat Juga :