4 Faktor Penting kenapa BI Harus Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6,00%
Kamis, 23 November 2023 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tok! Suku Bunga Acuan BI Naik 25 Bps Jadi 6,00%
Di sisi lain, neraca perdagangan pada bulan Oktober mencatatkan peningkatan surplus menjadi USD3,48 miliar didukung oleh penurunan ekspor dan impor yang tidak terlalu parah dibandingkan bulan sebelumnya.
"Selain itu, Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah BI mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober 2023 dan the Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya," sambung Riefky.
Mata uang lainnya, seperti Baht Thailand, Ringgit Malaysia, dan Lira Turki mengindikasikan depresiasi sepanjang tahun ini, berkisar antara 0,7% (Rupee India) hingga 100,3% (Peso Argentina).
Untuk menjaga kestabilan Rupiah dan memfasilitasi pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan devisa Indonesia turun sebesar USD1,8 miliar dari USD134,9 miliar pada akhir September 2023 menjadi USD133,1 miliar pada akhir Oktober 2023.
Di sisi lain, neraca perdagangan pada bulan Oktober mencatatkan peningkatan surplus menjadi USD3,48 miliar didukung oleh penurunan ekspor dan impor yang tidak terlalu parah dibandingkan bulan sebelumnya.
"Selain itu, Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah BI mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober 2023 dan the Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya," sambung Riefky.
Mata uang lainnya, seperti Baht Thailand, Ringgit Malaysia, dan Lira Turki mengindikasikan depresiasi sepanjang tahun ini, berkisar antara 0,7% (Rupee India) hingga 100,3% (Peso Argentina).
Untuk menjaga kestabilan Rupiah dan memfasilitasi pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan devisa Indonesia turun sebesar USD1,8 miliar dari USD134,9 miliar pada akhir September 2023 menjadi USD133,1 miliar pada akhir Oktober 2023.
Lihat Juga :