Menteri Teten: Produk UMKM Akan Dihubungkan Langsung dengan Bakul Pasar
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selain restrukturisasi kredit, subsidi bunga, subsidi pajak, dan pembiayaan baru, pemerintah juga akan merilis program tambahan berupa Bansos Produktif. Bansos itu diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan. "Program akan menyasar 12 juta pelaku usaha yang masing-masing mendapat hibah modal sebesar Rp2,4 juta. Saya minta dinas setempat mendata mereka by name by address," ujar Teten.
Baca Juga: Gawat, Sebanyak 85,42% UMKM Terancam Bangkrut
Selain itu, Teten mengajak bakul pasar khususnya yang jualan di Pasar Blauran II untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada. "Bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Nanti, koperasinya yang akan kita bantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM", paparnya.
Dia mengatakan, bunga dana bergulir bagi koperasi terbilang sangat murah, yakni 3% pertahun. "Silahkan bila ada koperasi di Salatiga yang membutuhkan perkuatan permodalan untuk mengajukan proposal ke LPDB KUMKM," tandas Teten. Dalam kesempatan itu, Teten juga menyebutkan akan terus meningkatkan program revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. "Sejak 2003 hingga 2019, sudah ada 831 pasar tradisional yang kita bantu pembangunannya," kata dia.
Baca Juga: Gawat, Sebanyak 85,42% UMKM Terancam Bangkrut
Selain itu, Teten mengajak bakul pasar khususnya yang jualan di Pasar Blauran II untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada. "Bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Nanti, koperasinya yang akan kita bantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM", paparnya.
Dia mengatakan, bunga dana bergulir bagi koperasi terbilang sangat murah, yakni 3% pertahun. "Silahkan bila ada koperasi di Salatiga yang membutuhkan perkuatan permodalan untuk mengajukan proposal ke LPDB KUMKM," tandas Teten. Dalam kesempatan itu, Teten juga menyebutkan akan terus meningkatkan program revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. "Sejak 2003 hingga 2019, sudah ada 831 pasar tradisional yang kita bantu pembangunannya," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :