Transformasi Baru Pos Indonesia, Terapkan Teknologi Robotik dan RFID

Sabtu, 25 November 2023 - 20:05 WIB
loading...
Transformasi Baru Pos...
Pos Indonesia terus melakukan transformasi dan inovasi khususnya di bidang operasi dan digital services. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) terus melakukan transformasi dan inovasi khususnya di bidang operasi dan digital services. Beragam kecanggihan teknologi serta digitalisasi pada kerja dan produk, diterapkan BUMN tertua ini guna memajukan bisnis mereka.

Transformasi masif di berbagai lini ini menegaskan kepada publik tentang posisi Pos Indonesia yang dinamis dan di sisi lain terus meningkatkan kepuasan, serta kepercayaan yang makin tinggi kepada pelanggan. Langkah-langkah perubahan tersebut diungkapkan Direktur Operasi dan Digital Service PT Pos Indonesia (Persero) Hariadi.

Perubahan dalam divisi di bawah komando Hariadi ini inheren dengan perkembangan zaman, khususnya teknologi dan digitalisasi. Hariadi menuturkan langkah perubahan sudah dilakukan Pos Indonesia sejak 2021. Saat itu, mereka sudah mengimplementasikan sistem baru untuk layanan jasa kurir, yakni NIPOS (new Integrated Postal System, menggantikan IPOS core system).

"Banyak hal transformasi yang sudah kita lakukan, terutama memang lebih banyak di transformasi proses dan juga transformasi teknologi. Jadi pada 2021, kami mengimplementasikan new core courier system, new integrated postal system, yang kita kenal new NIPOS," ujar Hariadi dalam pernyataannya, Sabtu (25/11/2023).

Baca Juga: Pospay Gelar Meet The Coach, Indra Sjafri Motivasi Milenial Kejar Mimpi

Hariadi menilai kehadiran NIPOS membuat operasi pengiriman barang Pos Indonesia menjadi lebih traceable dan realtime, sehingga memperbaiki budaya kerja di lapangan. Hal itu memberikan dampak positif untuk perbaikan Standar Waktu Penyerahan (SWP) atau SLA (service level agreement) Timeliness Delivery Pos Indonesia.

"Itu adalah sebuah core system yang memungkinkan kita punya platform yang sangat agile untuk dicustomized sesuai kebutuhan, memberikan visibilitas sangat baik untuk monitoring operasi end to end sehingga membuat kami bisa mencapai posisi SLA timeliness delivery atau kami sebut Standar Waktu Penyerahan yang saat ini layanan Same Day kami hampir 100 persen, layanan Next Day kami sudah di angka 99 persen lebih, sedangkan produk reguler kami sudah di angka 98 persen lebih. Itu sangat jauh sekali di atas market standar, 95 persen," kata Hariadi.

Menurut Hariadi, operational excellence yang dilakukan Pos Indonesia tentu tidak hanya terjadi melalui digitaliasi, namun juga didukung oleh disiplin operasi di semua jajaran mulai dari pusat sampai ke pelaksana lapangan.

"Disiplin dari semua jajaran operasi, mulai dari proses collecting, processing, transportasi, dan juga distribution atau last mile. Jadi, itu yang kami benahi sejak 2021, teknologi adalah enabler," tuturnya.

Bukan hanya itu, Pos Indonesia juga melakukan perubahan pada layanan aduan pelanggan milik mereka, Customer Complaint Handling (CCH).

"Kami berhasil meningkatkan dari angka yang tadinya 60 persen, sekarang sudah di angka 99 persen," kata Hariadi.

Pos Indonesia juga mengimplementasikan universal front end (UNIFE) di bagian fronting pelanggan.

“Jadi cuma ada satu aplikasi yang akan dimiliki oleh petugas fronting kami, yang tadinya beberapa ada aplikasi sesuai portfolio bisnis di kurir, logistik dan juga jasa keuangan. Sekarang cuma ada satu aplikasi di fronting," ucapnya.

Selain itu, Pos Indonesia juga mengembangkan satu ekosistem superapps untuk layanan digital fronting pelanggan yang diberi nama Pospay Superapps. Aplikasi ini merupakan penggabungan digital fronting Jasa Keuangan “Pospay” dan digital fronting Kurir “PosAja”. Aplikasi ini akan dikembangkan terus tidak hanya untuk mewadahi Product & Service yang ada di portfolio bisnis Pos Indonesia, namun juga termasuk anak perusahaan dan afiliasi, serta mitra pihak ketiga dalam upaya membangun ekosistem.

Gunakan Teknologi Terbaru, Mesin Sortir Robotik, dan RFID

Terbaru, langkah transformasi dan inovasi kembali diwujudkan Pos Indonesia melalui teknologi Mesin Sortir Robotik dan RFID. Kedua teknologi ini resmi diluncurkan Pos Indonesia di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Surabaya pada Kamis, 16 November 2023.

Nantinya, mesin sortir robotik dan RFID akan digunakan Pos Indonesia dalam proses operasi pengiriman barang. Kehadiran teknologi ini merupakan upaya Pos Indonesia dalam melakukan otomatisasi proses menyortir barang-barang pengiriman.

Tujuannya, agar Pos Indonesia memiliki competitive advantage & competitive comparative di jasa pengiriman atau dikenal dengan Courier Express Parcel industry.

"Kompetitornya sangat banyak, barier to entry-nya juga rendah dan industri labor intensive atau Padat Karya. Kita ingin menjadi leader di cost competitiveness, dengan menambah kapasitas, memperbaiki kualitas kerja untuk jangka pendek dan mengantisipasi kebutuhan SDM yang semakin bertambah dan semakin mahal di jangka panjang," kata Hariadi.

Hariadi mengurai alasan mengapa pengunaan teknologi robotik ini mutlak dilakukan, yaitu pertama, kehadiran mesin sortir robotik ini diharapkan mampu menurunkan biaya sumber daya manusia (SDM) di jajaran Processing Center. Bahkan, diperkirakan bisa menurunkan biaya SDM antara 60-80 persen.

“Bergantung pada skalanya. Berapa banyak proses yang kita bisa bawa ke sini. Yang tadinya tersebar di beberapa lokasi sorting di KCU/KC, sebagian atau seluruh bisa dialihkan ke SPP Surabaya. Beberapa proses sudah kita tarik ke SPP Surabaya secara bertahap," ucap Hariadi.

Baca Juga: Jurusan di Politeknik Pos Indonesia 2022/2023, Tersedia Ahli Madya hingga Sarjana Terapan

Alasan kedua, tujuan menerapkan mesin sortir robotik ini yaitu meningkatkan kapasitas jumlah barang yang dikirimkan. Selanjutnya, teknologi ini juga bisa menurunkan irregularitas atau penurunan salah salur.

"Selama ini sangat mungkin terjadi karena sangat mengandalkan manusia. Sekarang sudah tidak mungkin salah," tutur Hariadi.

Selain Surabaya, Pos Indonesia juga akan menerapkan teknologi mesin sortir robotik dan RFID di Jakarta pada Desember 2023. Ia pun mengungkapkan penerapan teknologi baru akan dilakukan di Jakarta dan Surabaya.

"Untuk tahun 2023 kami menargetkan Jakarta dan Surabaya. Kenapa? Karena ini memang adalah dua hub terbesar kita secara volume. Jakarta on process karena kami tidak sekadar mengimplementasikan robot sortir dan RFID di sana. Tapi, kami juga punya state the art facility, bangunan baru. Jadi memang kita menunggu proses konstruksinya selesa dan berhadap di akhir tahun ini sudah bisa implementasi robot sortir dan juga RFID," katanya.

Pada kesempatan itu, Hariadi juga berharap inovasi dan transformasi yang dilakukan Pos Indonesia, termasuk dalam penerapan mesin robotik, bisa meningkatkan kepuasan pelanggan ke depannya, serta memberikan pengalaman baru/customer experience. Langkah-langkah ini juga diharapkan bisa membuat nama Pos Indonesia tetap eksis di kalangan masyarakat.

“Memang harapannya tentu apa yang kita lakukan di sini tentu didengar dan diketahui oleh masyarakat sehingga ada traffic dari pelanggan baru, ada upaya untuk mendapatkan customer experience yang baru dari pelanggan yang memang selama ini belum pernah mencoba. Mungkin mereka punya experience beberapa tahun lalu, namun belum mencoba kualitas layanan satu sampai dua tahun terakhir,” ucap Hariadi.

Pos Indonesia ingin memperbaiki image sudah sangat jauh berubah lebih baik, dan sangat kompetitif secara operasional. DIharapkan perubahan itu didengar oleh masyarakat.

Mesin sortir robotik dirancang dengan teknologi yang begitu canggih. Jenis dan spesifikasi mesin sortir robotik yang diterapkan di Pos Indonesia adalah Autonomous Mobile Robots (AMR) yang merupakan Jenis Robot yang di dalamnya terdapat Artificial Intelligence (AI), dilengkapi dengan sensor dan teknologi komputasi sehingga dapat mempelajari dan menafsirkan lingkungannya. Berikut ini spesifikasi serta kemampuan mesin sortir robotik dan RFID:

1, Jumlah robot terpasang di SPP Surabaya sebanyak 40 buah dan menyusul untuk SPP Jakarta dengan jumlah yang sama.
2. Penggunaan mesin sortir robotik mampu meningkatkan kapasitas Pos Indonesia yakni 700 persen dan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan.
3. Kecepatan robot 2 meter per detik.
4. Robot mengunakan baterai litium, dengan waktu pengisian baterai selama 5 menit dan dapat beroperasi selama 4 jam non-stop. Jika baterai akan habis, robot automatis akan mendatangi charging station.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Workshop-Tools Mastery...
Workshop-Tools Mastery Class, Tingkatkan Penguasaan Tools AI dan Kemampuan Super Individual
Rekomendasi
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Jadwal Timnas Inggris...
Jadwal Timnas Inggris vs Kosta Rika dan Portugal vs Nigeria Live di VISION+
Berita Terkini
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved