Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:34 WIB
loading...
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi yang digelar sebagai bagian dari SPIEF 2026 ditutup dengan tradisi penyampaian proyeksi harga minyak untuk satu tahun ke depan oleh para pesertanya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Panel Energi yang digelar sebagai bagian dari SPIEF 2026 ditutup dengan tradisi penyampaian proyeksi harga minyak mentah untuk satu tahun ke depan oleh para pesertanya. Tahun ini, pandangan tersebut disampaikan oleh CEO Rosneft Oil Company Igor Sechin, Menteri Energi Republik Uzbekistan Jorabek Mirzamahmudov, mantan Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Nobuo Tanaka, serta Presiden TOFS Group of Companies David Gadzhimirzaev.

St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) merupakan salah satu forum ekonomi tahunan utama di Rusia yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, akademisi, dan tokoh publik untuk membahas isu-isu strategis dalam ekonomi global. SPIEF 2026 digelar di St. Petersburg pada 3-6 Juni 2026 dan membahas ekonomi global, teknologi masa depan, stabilitas pasar, serta kerja sama internasional.

Rosneft sendiri merupakan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Menurut CEO Rosneft, Igor Sechin, faktor utama yang akan menentukan tren pasar dalam jangka menengah adalah situasi terkini di Selat Hormuz.

Baca Juga: Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran

“Jika Anda dapat memberi tahu saya secara pasti berapa lama krisis di Selat Hormuz akan berlangsung, akan lebih mudah bagi kami untuk menentukan dampaknya terhadap harga dari 16 juta barel per hari yang terdampak dari pasar,” ujarnya.



Bagi Indonesia, pembahasan mengenai prospek harga minyak global ini memiliki relevansi langsung terhadap ketahanan energi nasional. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai impor Indonesia pada 2024 mencapai USD235,2 miliar, termasuk impor migas sebesar USD36,3 miliar.

Artinya dinamika pasar energi global, termasuk gangguan jalur perdagangan strategis, perubahan rute pasok, maupun sanksi terhadap produsen utama, dapat berdampak terhadap biaya impor energi, stabilitas harga, dan tekanan inflasi domestik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved