Kolaborasi Didorong dalam Menyusun Regulasi Pengendalian Produk Hasil Tembakau
Rabu, 29 November 2023 - 11:24 WIB
loading...
Pusat Studi Center of Human dan Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta mendorong kolaborasi dalam menyusun regulasi penggunaan produk hasil tembakau. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Pusat Studi Center of Human dan Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (CHED ITB-AD Jakarta), Roosita Meilani Dewi, menyoroti pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat, baik itu individu, swasta, maupun pemerintah, dalam menjaga kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional. Menanggapi upaya Muhammadiyah dalam meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat dan mengatasi tantangan kesehatan masyarakat, Roosita menyampaikan pandangannya.
"Kesehatan harus menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan nasional. Muhammadiyah sebagai organisasi terkemuka telah memberikan kontribusi nyata, terutama dalam menghadapi dampak negatif penggunaan produk tembakau," ujar Roosita Meilani Dewi yang juga ketua Muhammadiyah Tobacco Control Network (MTCN) dibawah MPKU PP Muhammadiyah dalam pernyataannya, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga: 3 Tim Capres-Cawapres 1 Suara soal Perlindungan Nasib Petani Tembakau
Dalam konteks penggunaan produk tembakau , Roosita mengakui bahwa tingginya prevalensi perokok dewasa, sebagaimana disoroti oleh hasil survei GATS pada tahun 2011 dan 2021, serta angka perokok pasif yang mencapai 120 juta orang, memerlukan perhatian serius.
"Kenyataan mengenai dampak kesehatan masyarakat, terutama pada generasi muda, menjadi tantangan serius. Pemaparan anak-anak pada produk tembakau tidak hanya berisiko menciptakan kebiasaan merokok sepanjang hidup, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah pertumbuhan dan stunting pada anak-anak," tambahnya.
"Kesehatan harus menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan nasional. Muhammadiyah sebagai organisasi terkemuka telah memberikan kontribusi nyata, terutama dalam menghadapi dampak negatif penggunaan produk tembakau," ujar Roosita Meilani Dewi yang juga ketua Muhammadiyah Tobacco Control Network (MTCN) dibawah MPKU PP Muhammadiyah dalam pernyataannya, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga: 3 Tim Capres-Cawapres 1 Suara soal Perlindungan Nasib Petani Tembakau
Dalam konteks penggunaan produk tembakau , Roosita mengakui bahwa tingginya prevalensi perokok dewasa, sebagaimana disoroti oleh hasil survei GATS pada tahun 2011 dan 2021, serta angka perokok pasif yang mencapai 120 juta orang, memerlukan perhatian serius.
"Kenyataan mengenai dampak kesehatan masyarakat, terutama pada generasi muda, menjadi tantangan serius. Pemaparan anak-anak pada produk tembakau tidak hanya berisiko menciptakan kebiasaan merokok sepanjang hidup, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah pertumbuhan dan stunting pada anak-anak," tambahnya.
Lihat Juga :