Mengurai Makna Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia lewat OGRA 2023 Asia

Jum'at, 01 Desember 2023 - 12:30 WIB
loading...
A A A
“Proses penjurian dilakukan secara transparan dan fair dengan tidak menampilkan identitas peserta kepada juri. Kami hanya lampirkan nomor peserta dan nomor karya desainnya. Jadi semua juri, tanpa terkecuali, tidak mengetahui karya yang sedang dinilai tersebut berasal dari negara mana. Negara asal baru diketahui setelah ditentukan nomor berapa saja yang masuk dalam Top 6,” ungkap Reissa.

Berikut karya-karya arsitek dan desainer yang memenangkan OGRA 2023 ASIA.

Juara 1 Onduline Green Roof Awards 2023 ASIA
The Green Passage, Indonesia
karya Arsitek Tobias Kea Suksmalana

Juara 2 Onduline Green Roof Awards 2023 ASIA
Jaro Ngaso, Indonesia
karya Arsitek Prayoga Arya

Mahawa-The Breathing House, Indonesia
karya Arsitek Sahlan

Juara 4 Onduline Green Roof Awards 2023 ASIA
Tropicool Roof, Indonesia
karya Arsitek Dwi Nurul Ilmih

Juara 5 Onduline Green Roof Awards 2023 ASIA
Padi Dhara, Indonesia
karya Arsitek Partogi

Karya nomor berjudul The Green Passage yang dirancang oleh Tobias Kea Suksmalana dari D.I. Yogyakarta berhasil meraih juara pertama OGRA 2023 ASIA. Tobias memanfaatkan momen renovasi sebuah rumah di Kampung Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, sebagai studi desainnya. Arsitektur tradisional menjadi prinsip dasar rancangan desain yang mengedepankan passive design dan zero energy sebagai tema besar kompetisi.

“Titik awal desain saya adalah menyeimbangkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan melihat keseluruhan sistem yang saling terkait, baik orientasi, bentuk, dan pemilihan bahan bangunan yang disesuaikan dengan iklim mikro di Indonesia. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk berkreasi dengan desain pasif. Salah satunya, memanfaatkan potensi energi angin dari koridor jalanan kampung yang masuk ke dalam rumah melalui jendela dan atap,” papar Sarjana Arsitektur jebolan Universitas Gajah Mada ini.

Tobias mengkombinasikan massa bangunan dan detail arsitektur secara seksama untuk memastikan adanya ventilasi silang di dalam rumah. Sentuhan material kayu bekas pada struktur tiang dan atap rumah tak hanya melugaskan kesan rumah adat masa lampau, namun juga menghadirkan sirkulasi udara yang baik dan menciptakan privasi penghuni.

“Dengan menggunakan material kayu bekas tersebut kita dapat menghemat sekitar 50-70% biaya material kayu. Genteng tanah liat bekas juga bisa dikreasikan sebagai finishing lantai. Selain dari aspek biaya, penggunaan material ini juga merupakan upaya pengurangan emisi karbon,” jelasnya.

Lantai loteng pada area atap berfungsi sebagai instalasi pengolahan air hujan. Air hujan yang ditampung melalui talang atap akan disaring terlebih dahulu sebelum disimpan dan digunakan. “Air hujan yang telah diolah bisa digunakan untuk berkebun dan menyuplai air ke kolam ikan. Kelebihan air dialirkan ke sumur resapan dan sistem drain perancis yang terletak di sekeliling bangunan,” imbuhnya.

Atas pencapaiannya tersebut, pria kelahiran 1990 ini mendapatkan hadiah uang tunai USD 3,300 setara Rp52 jutaan (kurs 15,800), tropi Juara 1 dan akan diundang sebagai pembicara di sejumlah kegiatan Onduline Indonesia.

Indonesia Menonjol

Para juri yang merupakan jajaran arsitek internasional ternama memilih proyek yang paling menonjol. Menjadi kebanggaan, lima arsitek Indonesia berhasil memborong seluruh podium juara di ajang kompetisi OGRA 2023 ASIA. Mereka menampilkan ide dan gagasan terbaiknya demi bersaing dengan ratusan peserta dari enam negara di Asia.

Menurut Onduline Asia Pacific Director Onduline Olivier Guilluy yang menjadi salah satu anggota juri dalam OGRA 2023 ASIA ini, peserta dari Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan mutunya semakin baik dan terbukti bisa menyabet seluruh podium penghargaan kali ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
LIXIL Kembali Gelar...
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026, Libatkan Juri Lintas Negara
DADA Ungkap Strategi...
DADA Ungkap Strategi Bisnis Properti di Program Mini MBA Real Estate CSEL UI
3 Dekade Jaga Kualitas,...
3 Dekade Jaga Kualitas, Marwani Indah Perkokoh Posisi di Pasar Genteng Beton dan Paving Block
Paviliun Cahya in-Lite...
Paviliun Cahya in-Lite Tampilkan Eksplorasi Cahaya dan Arsitektur Nusantara di ARCH:ID 2026
Profil Pendidikan dan...
Profil Pendidikan dan Karier Denada yang Diterpa Polemik Pengakuan Anak Kandung
Askrindo Gandeng Bank...
Askrindo Gandeng Bank Kalsel, Perluas Jangkauan Asuransi Kredit Konstruksi
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved