Berkat Whoosh, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Bandung Bertambah
Minggu, 03 Desember 2023 - 17:33 WIB
loading...
Kereta cepat Whoosh berhasil mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Bandung Raya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh disebut memberikan dampak positif di sektor pariwisata Bandung, Jawa Barat. Hal itu tak lepas dari kolaborasi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan berbagai pengelola destinasi wisata di Bandung untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, peningkatan kunjungan pariwisata dan ekonomi memang menjadi tujuan dari kehadiran Kereta Cepat Whoosh. Whoosh, kata dia, dirancang bukan hanya sebagai moda transportasi, tapi juga sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Harga Tiket Whoosh Naik, KCIC Optimistis Peminat Kereta Cepat Tetap Tinggi
"Lewat kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pelaku pariwisata, kami memberikan nilai tambah dan meningkatkan layanan untuk penumpang sekaligus ambil bagian dalam upaya meningkatkan perekonomian lokal. Dan setelah lebih dari satu bulan berjalan, kerja sama ini mendapat respon baik dari penumpang," ujar Eva melalui keterangan pers, Minggu (3/12/2023).
KCIC sejauh ini telah bekerja sama dengan enam destinasi wisata, dalam bentuk pemberian angkutan shuttle gratis, hingga gratis tiket masuk untuk pemegang tiket kereta cepat Whoosh. Keenam destinasi wisata yang dimaksud adalah Dusun Bambu, Farmhouse, Floating Market, The Great Asia Afrika, Tepi Danau dan Tepi Kota Healing.
"Setelah sekitar satu bulan program ini digulirkan, terjadi peningkatan jumlah kunjungan di tempat wisata tersebut. Untuk Dusun Bambu, terjadi penambahan sekitar 4.500 pengunjung dalam satu bulan," ungkapnya.
Hal serupa terjadi di Floating Market Lembang, Farm House lembang, The Great Asia-Afrika, Tepi danau dan Tepi Kota Healing. Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh yang memanfaatkan promo wisata ke destinasi tersebut mengalami kenaikan hingga lima kali lipat. Dari total 2.000 penumpang pada Oktober menjadi 10.000 penumpang pada November.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, peningkatan kunjungan pariwisata dan ekonomi memang menjadi tujuan dari kehadiran Kereta Cepat Whoosh. Whoosh, kata dia, dirancang bukan hanya sebagai moda transportasi, tapi juga sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Harga Tiket Whoosh Naik, KCIC Optimistis Peminat Kereta Cepat Tetap Tinggi
"Lewat kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pelaku pariwisata, kami memberikan nilai tambah dan meningkatkan layanan untuk penumpang sekaligus ambil bagian dalam upaya meningkatkan perekonomian lokal. Dan setelah lebih dari satu bulan berjalan, kerja sama ini mendapat respon baik dari penumpang," ujar Eva melalui keterangan pers, Minggu (3/12/2023).
KCIC sejauh ini telah bekerja sama dengan enam destinasi wisata, dalam bentuk pemberian angkutan shuttle gratis, hingga gratis tiket masuk untuk pemegang tiket kereta cepat Whoosh. Keenam destinasi wisata yang dimaksud adalah Dusun Bambu, Farmhouse, Floating Market, The Great Asia Afrika, Tepi Danau dan Tepi Kota Healing.
"Setelah sekitar satu bulan program ini digulirkan, terjadi peningkatan jumlah kunjungan di tempat wisata tersebut. Untuk Dusun Bambu, terjadi penambahan sekitar 4.500 pengunjung dalam satu bulan," ungkapnya.
Hal serupa terjadi di Floating Market Lembang, Farm House lembang, The Great Asia-Afrika, Tepi danau dan Tepi Kota Healing. Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh yang memanfaatkan promo wisata ke destinasi tersebut mengalami kenaikan hingga lima kali lipat. Dari total 2.000 penumpang pada Oktober menjadi 10.000 penumpang pada November.
Lihat Juga :