Harga Emas Cetak Rekor, Bagaimana Prospek Emiten Pemainnya?

Senin, 04 Desember 2023 - 11:51 WIB
loading...
Harga Emas Cetak Rekor,...
Kenaikan harga emas berdampak pada emitennya? Foto/AldhiChandra/MPI
A A A
JAKARTA - Harga emas dunia mencatatkan level tertinggi sepanjang masa pada Senin pagi (4/12/2023) sebesar USD2.090 per troy ounce. Di dalam negeri harga emas juga tengah meroket, dalam dua hari perdagangan harga emas naik Rp30.000 per gram.

Baca juga: Sungguh Wow! Harga Emas Hari Ini Naik Lagi Rp15.000 per Gram

Sinyal positif di pasar emas berlangsung setelah pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve Jerome Powell yang mengisyaratkan berakhirnya pengetatan moneter.

“Pernyataan Powell tersebut mendorong traders emas untuk yakin bahwa The Fed dapat mulai memotong suku bunga per Maret 2024,” kata Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani, dalam risetnya Senin (4/12/2023).

Penguatan harga emas turut menjadi berkah bagi emiten produsen emas di Tanah Air antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

CEO Edvisor.ID Praska Putrantyo menuturkan kenaikan harga emas memberi eksposur sentimen terhadap ANTM dan MDKA. Secara teknikal keduanya cukup menarik untuk masuk dengan target jangka pendek-menengah.

“Memang kinerja ANTM-MDKA akan tereksporsur membaiknya harga emas di pasar nasional di Q4 2023-Q1 2024. Apabila harga emas mampu bertahan di atas USD1.800 hingga USD2.000an per troy ounce, maka bisa mendongkrak kinerja,” paparnya dalam Power Breakfast IDX Channel.

ANTM telah menyentuh level terendah sejak Juli tahun lalu. Akumulasi beli, terang Praska, dapat dilakukan di kisaran Rp1.690 sampai Rp1.720, dengan target exit jangka pendek di Rp1.850.

Hari ini hingga pukul 10:52 WIB, ANTM menguat 4,69% di Rp1.780 per saham. Transaksi mencapai Rp110,86 miliar, dengan net-volume 62,56 juta lembar saham.

Sedangkan MDKA dinilai sudah mengalami rebound dari posisi level support terendah di Rp2.100 sejak April 2021. Kendati mewaspadai terdapat tren bearsih, Praska menyebut MDKA dapat diakumulasi beli secara bertahap dalam rentang Rp2.510-Rp2.590. Sementara target exit terdekat di Rp2.970-Rp3.170.

Strategi investor sudah bisa melakukan akumulasi karena harga saham ANTM sudah menyentuh level terbawah waktu crash di bulan Juli 2022, jadi posisi terendah satu tahun terakhir. Meski masih punya trend bearish jangka pendek-menengah atau jangka panjang, investor bisa melakukan akumulais secara bertahp, hingga nanti target belinya di kisaran Rp1.690-Rp1.720, untuk target jangka pendek ada di Rp1.850.

Secara fundamental, ANTM membukukan laba bersih sebesar Rp2,85 triliun, tumbuh 8% hingga kuartal III-2023, dari laba periode berjalan pada periode sembilan bulan pertama 2022 sebesar Rp2,63 triliun. Kendati tumbuh, Praska menilai pertumbuhan ini merupakan terendah dalam setahun terakhir.

Sementara MDKA yang mengalami rugi Rp367,05 miliar per September 2023 diwaspadai dapat mendorong profit taking. Meski demikian, pertumbuhan penjualan MDKA sebesar 86,92% secara tahunan masih menjadi harapan untuk tahun depan.

Baca juga: Oven Zaman Nabi Jadi Penyelamat Warga Gaza untuk Bertahan Hidup

“Sentimen kenaikan harga masih masih dalam periode jangka pendek menengah, karena menurut saya masih rawan tergoyangkan ooleh kondisi-kondisi makro,” tandas Praska.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved