Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan UMKM

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 09:06 WIB
loading...
Pasar Modal Jadi Alternatif...
Founder KAHMIPreneur yang juga Anggota DPR Komisi XI Kamrussamad (dua kiri) bertukar naskah dengan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi (tengah) disaksikan (dari kiri ke kanan) pengusaha nasional Sandiaga Uno, Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengaw
A A A
JAKARTA - Selama ini para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mengandalkan permodalan dari perbankan. Padahal pasar modal juga bisa menjadi alternatif pendanaan bagi para pelaku UMKM.

“Pasar modal menjadi alternatif pendanaan bagi UMKM,” ujar pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara KAHMIPreneur dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Sandi ini mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah dihantui resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bahkan, negara besar dan negara kecil sudah jatuh ke jurang resesi. (Baca: Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan)

Ancaman resesi, kata Sandi, semakin menjadi kenyataan jika peningkatan jumlah kasus baru korona tak bisa ditekan. “Saya sampaikan bahwa kita masuk ke resesi sudah semakin nyata di depan kita. Apabila skema penyaluran dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) kepada pemerintah daerah (pemda) dan UMKM lambat realisasinya,” katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat hendaknya memberikan skema khusus, misalnya memberikan pinjaman dengan bunga 0% bagi delapan provinsi yang memiliki produk domestik bruto (PDB) tertinggi secara nasional. “Tak hanya bunga 0%, tapi nilainya juga harus besar,” cetus Sandi. (Baca juga: Pemerintah Membolehkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 mengalami kontraksi -5,32%. Jika pada kuartal III mau selamat, kata Sandi, maka pemerintah pusat harus menjadikan pemda dan UMKM sebagai garda terdepan dalam penyerapan anggaran untuk menggerakkan sektor riil.

Dia menilai, penyaluran dana PEN melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangungan Daerah (BPD) sudah berjalan baik. Tapi nilainya masih terlalu kecil, karena hanya Rp30 triliun. Jumlah tersebut belum mampu menopang secara menyeluruh daya beli masyarakat yang terus menurun saat pandemi ini.

Karena itu, Sandi mendesak pemerintah segera mempercepat realisasi program PEN agar terhindar dari resesi. Adapun percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan di sektor UMKM serta korporasi pada industri padat karya. (Lihat Videonya: Melanggar Protokol Kesehatan, 31 Perkantoran Ditutup Sementara)

Anggota Komisi XI Kamrussamad menambahkan, Tim PEN harusnya dipimpin oleh Menteri Keuangan karena skema kebijakan keuangan negara serta industri keuangan untuk mengatasi dampak Covid yang menyiapkan adalah Menteri Keuangan. “Ini sesuai UU No 2/2020,” ujar Kamrussamad yang juga Founder KAHMIPreneur ini.

Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak Rp600.000 pekerja non-PNS dan non-BUMN bergaji di bawah Rp5 juta bisa meningkatkan daya beli pekerja. “Namun, belum tentu bisa menyelamatkan resesi ekonomi,” katanya. (Sudarsono)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved