BPJS Kesehatan Kenalkan JKN kepada Akademisi dan Pengajar Luar Negeri
Selasa, 05 Desember 2023 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk melayani peserta JKN yang kini jumlahnya telah menembus angka 265 juta, kami sudah bekerja sama dengan lebih dari 26 ribu fasilitas kesehatan di Indonesia. Saat ini kami berupaya membuat pelayanan Program JKN menjadi lebih mudah, cepat, dan setara melalui transformasi mutu layanan," katanya.
"Kami juga memastikan fasilitas kesehatan menerapkan Janji Layanan JKN, di antaranya dengan menerima Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas sah peserta JKN, tidak membatasi hari rawat inap, tidak meminfa fotocopy berkas saat peserta berobat, tidak meminta biaya tambahan, memastikan ketersediaan obat, dan melayani peserta JKN dengan ramah tanpa diskriminasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghufron juga mengatakan bahwa BPJS Kesehatan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian maupun pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy) untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan Program JKN.
Untuk memudahkan proses pengolahan data oleh peneliti, akademisi, praktisi, dan pihak-pihak terkait lainnya, BPJS Kesehatan juga telah menyediakan data sampel yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat merepresentasikan data yang ada di BPJS Kesehatan.
“Setiap hari, ada 112 juta/hari transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran. Data-data ini bisa dimanfaatkan para peneliti maupun akademisi untuk mendukung penelitiannya,” kata Ghufron.
"Kami juga memastikan fasilitas kesehatan menerapkan Janji Layanan JKN, di antaranya dengan menerima Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas sah peserta JKN, tidak membatasi hari rawat inap, tidak meminfa fotocopy berkas saat peserta berobat, tidak meminta biaya tambahan, memastikan ketersediaan obat, dan melayani peserta JKN dengan ramah tanpa diskriminasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghufron juga mengatakan bahwa BPJS Kesehatan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian maupun pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy) untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan Program JKN.
Untuk memudahkan proses pengolahan data oleh peneliti, akademisi, praktisi, dan pihak-pihak terkait lainnya, BPJS Kesehatan juga telah menyediakan data sampel yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat merepresentasikan data yang ada di BPJS Kesehatan.
“Setiap hari, ada 112 juta/hari transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran. Data-data ini bisa dimanfaatkan para peneliti maupun akademisi untuk mendukung penelitiannya,” kata Ghufron.
Lihat Juga :