Krisis Properti, Moody's Pangkas Peringkat Utang China Jadi Negatif
Rabu, 06 Desember 2023 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
"Perubahan prospek ini juga mencerminkan peningkatan risiko yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang secara struktural dan terus-menerus lebih rendah," ujar Moody's dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AP, Rabu (6/12/2023).
Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa mereka kecewa dengan keputusan Moody's untuk menurunkan outlook.
"Sejak awal tahun ini, dalam menghadapi situasi internasional yang kompleks dan keras, dan dengan latar belakang pemulihan ekonomi global yang tidak stabil dan momentum yang melemah, ekonomi makro China terus pulih dan telah maju dengan mantap," ujar kementerian tersebut.
Perusahaan pemeringkat kredit internasional ini memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh pada laju tahunan 4% pada 2024 dan 2025 dan terus melambat menjadi rata-rata 3,8% selama sisa dekade ini.
Faktor-faktor seperti demografi yang lebih lemah seiring dengan bertambahnya usia negara ini, kemungkinan akan mendorong penurunan potensi pertumbuhan menjadi sekitar 3,5% pada 2030.
Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa mereka kecewa dengan keputusan Moody's untuk menurunkan outlook.
"Sejak awal tahun ini, dalam menghadapi situasi internasional yang kompleks dan keras, dan dengan latar belakang pemulihan ekonomi global yang tidak stabil dan momentum yang melemah, ekonomi makro China terus pulih dan telah maju dengan mantap," ujar kementerian tersebut.
Perusahaan pemeringkat kredit internasional ini memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh pada laju tahunan 4% pada 2024 dan 2025 dan terus melambat menjadi rata-rata 3,8% selama sisa dekade ini.
Faktor-faktor seperti demografi yang lebih lemah seiring dengan bertambahnya usia negara ini, kemungkinan akan mendorong penurunan potensi pertumbuhan menjadi sekitar 3,5% pada 2030.
Lihat Juga :