Lewat Bertani on Cloud, Kementan Minta Produksi Pangan Tidak Berhenti

Kamis, 30 April 2020 - 17:19 WIB
loading...
Lewat Bertani on Cloud,...
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), meminta agar produksi pangan tidak berhenti selama pandemi Covid-19. Sebab, pangan bisa menjadi salah satu solusi melawan Covid-19, selain pendekatan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi, saat membuka Bertani on Cloud 'Membuat Nugget Ayam', Kamis (30/4/2020) yang praktiknya disampaikan Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Malang.

Menurut Dedi Nursyamsi, di masa pandemi Covid-19, ada 2 solusi yang bisa dilakukan bersama-sama. Pertama pendekatan medis agar kita selalu sehat, dan kedua pendekatan pangan.

"Pendekatan pangan tidak kalah penting dari kesehatan. Karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Apalagi dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 sekarang. Oleh karena itu, seluruh insan pertanian di mana pun berada, Kementerian Pertanian punya tugas menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta.

Dedi Nursyamsi meminta proses produksi pangan dan pertanian tidak berhenti. Karena, hanya pertanian yang bisa menyediakan pangan. Artinya, seluruh aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir harus terus berjalan.

"Termasuk aktivitas melatih petani, penyuluh, praktisi pertanian, serta UMKM, tidak boleh berhenti. Karenanya saya sangat mengapresiasi pelatihan Bertani on Cloud ini. Apalagi proses platihan ini bisa dilakukan 2 kali dalam seminggu. Seluruh insan BPPSDMP, penyuluh, widyaiswara, tidak boleh berhenti memberikan penyuluhan. Banyak yang bisa dilakukan, seperti halnya hari ini kita menggelar pelatihan membuat nugget," tuturnya.

Ditambahkannya, pengolahan daging ayam segar menjadi nugget memberikan nilai luar biasa bagi peternak dan UMKM. Dedi menjelaskan, pembuatan nugget ayam adalah salah satu bentuk pelatihan pengolahan hasil panen. Hal ini menjadi penting lantaran harga ayam di tingkat peternak sempat anjlok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Penguatan Manajemen...
Penguatan Manajemen Risiko Jadi Kunci Keamanan Industri Pangan
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Rekomendasi
BMW Umumkan M3 Elektrik...
BMW Umumkan M3 Elektrik Tetap Gunakan Nama M3, Bukan iM3
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Berita Terkini
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved