Energi Terbarukan Terus Dioptimalkan Demi Masa Depan Berkelanjutan
Senin, 11 Desember 2023 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Nurcahyanto, ada peluang untuk terus meningkatkan pemanfaatan EBT di Indonesia mengingat biaya produksinya kini semakin terjangkau. Dia menekankan pentingnya pembangunan supergrid, jaringan kelistrikan yang handal untuk menyalurkan energi yang dihasilkan dari pembangkit-pembangkit EBT ke seluruh nusantara.
Caroline Rosa Wijaya menjelaskan, Sampoerna Kayoe mendukung pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca di hulu maupun di hilir.
Di hulu, Sampoerna Kayu menerapkan pengelolaan hutan lestari untuk penyediaan bahan baku kayu. "Kami mendukung pengelolaan hutan rakyat dan mengelola hutan tanaman sebagai sumber bahan baku," katanya.
Industri Sampoerna Kayoe telah memperoleh sertifikat pengelolaan hutan lestari mandatory yaitu SVLK, maupun voluntary seperti FSC dan PEFC. Carolina mengungkapkan, untuk mengolah bahan baku kayu, pihaknya mulai membangun dan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di industri. "Kami salah satu pioner pemanfaatan PLTS di industri pengolahan kayu," katanya.
Lebih lanjut Carolina menjelaskan, mulai tahun ini, Sampoerna Kayoe memproduksi pelet kayu yang dimanfaatkan untuk subtitusi pengganti batubara di PLTU. "Kami menargetkan bisa memproduksi 500.000 ton pelet kayu per tahun mulai tahun 2025 untuk kebutuhan PLTU," katanya.
Boyke Bratakusuma menjelaskan untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions, pihaknya mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang menghasilkan 7,2 juta MW energi bersih. "Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan hingga mencapai 1,200 MW pada tahun 2028," ujarnya.
Caroline Rosa Wijaya menjelaskan, Sampoerna Kayoe mendukung pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca di hulu maupun di hilir.
Di hulu, Sampoerna Kayu menerapkan pengelolaan hutan lestari untuk penyediaan bahan baku kayu. "Kami mendukung pengelolaan hutan rakyat dan mengelola hutan tanaman sebagai sumber bahan baku," katanya.
Industri Sampoerna Kayoe telah memperoleh sertifikat pengelolaan hutan lestari mandatory yaitu SVLK, maupun voluntary seperti FSC dan PEFC. Carolina mengungkapkan, untuk mengolah bahan baku kayu, pihaknya mulai membangun dan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di industri. "Kami salah satu pioner pemanfaatan PLTS di industri pengolahan kayu," katanya.
Lebih lanjut Carolina menjelaskan, mulai tahun ini, Sampoerna Kayoe memproduksi pelet kayu yang dimanfaatkan untuk subtitusi pengganti batubara di PLTU. "Kami menargetkan bisa memproduksi 500.000 ton pelet kayu per tahun mulai tahun 2025 untuk kebutuhan PLTU," katanya.
Boyke Bratakusuma menjelaskan untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions, pihaknya mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang menghasilkan 7,2 juta MW energi bersih. "Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan hingga mencapai 1,200 MW pada tahun 2028," ujarnya.
Lihat Juga :