PHEI dan BEI Luncurkan E-IBMD, Panduan Investor untuk Pasar Surat Berharga
Senin, 18 Desember 2023 - 11:56 WIB
loading...
PHEI dan BEI resmi meluncurkan Electronic Indonesia Bond Market Directory (E-IBMD). Ini merupakan publikasi terlengkap mengenai pasar surat berharga di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Electronic Indonesia Bond Market Directory (E-IBMD). Ini merupakan publikasi terlengkap mengenai pasar surat berharga di Indonesia sepanjang 2023.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Ekonom: Momen Pas Stabilkan Rupiah dan Gaet Investor
Publikasi ini merupakan kolaborasi PHEI dan BEI dalam mengumpulkan dan mengelola data dan informasi atas efek bersifat utang (EBUS) yang dirangkum dan disajikan kepada masyarakat luas. Agenda tahunan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi stakeholders pasar modal , investor, akademisi, hingga pelajar untuk mengetahui pasar surat berharga.
“Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar, tapi juga bisa untuk mahasiswa hingga dosen, sebagai bahan ajar, serta analisa bagi pihak-pihak yang membutuhkan data terkait dengan informasi pasar surat utang,” kata Direktur Utama PHEI, M. Khadafi Mukrom dalam sambutan di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: Urgensi SRBI, Amunisi Baru BI untuk Mencegah Risiko Sistemik Likuiditas Rupiah?
Khadafi memaparkan, peluncuran E-IBMD tahun ini merupakan peralihan dari opsi yang lebih ramah lingkungan dan user-friendly. Prinsip digitalisasi ‘Bond Book’ ini diharapkan dapat diakses oleh seluruh kalangan yang membutuhkan.
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI, Risa E. Rustam menerangkan, pasar surat utang berkontribusi terhadap perumusan kebijakan moneter Bank Indonesia, juga menyediakan akses pembiayaan proyek-proyek strategis.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Ekonom: Momen Pas Stabilkan Rupiah dan Gaet Investor
Publikasi ini merupakan kolaborasi PHEI dan BEI dalam mengumpulkan dan mengelola data dan informasi atas efek bersifat utang (EBUS) yang dirangkum dan disajikan kepada masyarakat luas. Agenda tahunan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi stakeholders pasar modal , investor, akademisi, hingga pelajar untuk mengetahui pasar surat berharga.
“Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar, tapi juga bisa untuk mahasiswa hingga dosen, sebagai bahan ajar, serta analisa bagi pihak-pihak yang membutuhkan data terkait dengan informasi pasar surat utang,” kata Direktur Utama PHEI, M. Khadafi Mukrom dalam sambutan di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: Urgensi SRBI, Amunisi Baru BI untuk Mencegah Risiko Sistemik Likuiditas Rupiah?
Khadafi memaparkan, peluncuran E-IBMD tahun ini merupakan peralihan dari opsi yang lebih ramah lingkungan dan user-friendly. Prinsip digitalisasi ‘Bond Book’ ini diharapkan dapat diakses oleh seluruh kalangan yang membutuhkan.
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI, Risa E. Rustam menerangkan, pasar surat utang berkontribusi terhadap perumusan kebijakan moneter Bank Indonesia, juga menyediakan akses pembiayaan proyek-proyek strategis.
Lihat Juga :