Serangan Berlanjut di Laut Merah, Biaya Asuransi Kapal Melonjak

Kamis, 21 Desember 2023 - 15:05 WIB
loading...
Serangan Berlanjut di...
Pesawat militer Houthi terbang di atas sebuah kapal di Laut Merah. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Biaya asuransi kapal yang akan melintasi Laut Merah melonjak pekan ini setelah meningkatnya serangan di wilayah tersebut. Kondisi itu memaksa sejumlah kapal menghindari jalur vital dengan menggarisbawahi perlunya mengamankan area yang sangat penting bagi perdagangan global.

Nilai pertanggungan kapal melonjak menjadi sekitar 0,5% dari nilai lambung kapal. Ini merupakan peningkatan tajam dari awal bulan ketika biaya meningkat sekitar 0,1% hingga 0,2% dari nilai lambung kapal.

AS dan sekutu-sekutunya membentuk sebuah gugus tugas baru untuk menangani Houthi yang didukung Iran yang telah meningkatkan serangan terhadap armada dagang yang menimbulkan risiko baru bagi ekonomi global. Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan serangan militer, tetapi diplomasi tetap menjadi pendekatan yang lebih disukai untuk saat ini.

Baca Juga: Bagaimana Dampak Serangan Laut Merah Pengaruhi Perdagangan Global?

Asuransi risiko perang umumnya sebagai persentase dari nilai kapal selama periode kapal melakukan perdagangan di daerah berisiko. Angka tersebut telah naik lebih dari sepuluh kali lipat dari sebelum serangan meningkat secara serius.
Pada Senin lalu perusahaan asuransi London memperluas wilayah di Laut Merah yang ditetapkan sebagai wilayah berisiko sebuah langkah yang secara efektif meningkatkan area di mana perlindungan perang diperlukan.

A.P. Moller-Maersk A/S dan sebagian besar perusahaan pelayaran peti kemas terkemuka lainnya telah menyatakan bahwa mereka akan menghentikan sementara pengiriman melalui area tersebut. Harga minyak naik pada hari Senin ketika raksasa minyak dan gas BP Plc dan Equinor ASA mengatakan bahwa mereka akan mengambil pendekatan serupa. Banyak yang memilih untuk berlayar ribuan mil di sekitar Afrika.

"Kedua opsi kenaikan premi dan pengalihan rute di sekitar Afrika akan berdampak pada harga barang," kata Toby Vallance, Anggota Komite Eksekutif Forum Pengacara Asuransi London dikutip Insurance Journal dari Bloomberg, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga: Siap Konfrontasi, Houthi Tak Takut dengan Koalisi 10 Negara Pimpinan AS

Untuk kapal seharga USD100 juta dikenakan biaya 0,5% yang artinya biaya asuransi sebesar USD500.000 per pelayaran. Hal ini berlaku untuk kapal-kapal dagang yang memasuki rute Laut Merah Selatan atau Teluk Aden.

Gangguan lalu lintas laut yang disebabkan oleh serangan Houthi, yang dipicu oleh perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung, berarti bahwa kedua arteri utama perdagangan global dunia Panama dan Terusan Suez mengganggu pengiriman barang di seluruh dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved