Penutupan Wall Street, Saham BlackBerry Tumbang 12,7%
Jum'at, 22 Desember 2023 - 08:08 WIB
loading...
Bursa saham AS atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (21/12/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bursa saham AS atau Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis (21/12/2023) waktu setempat, memulihkan sebagian besar kerugian hari sebelumnya. Hal itu karena data ekonomi memicu optimisme bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter dan menghidupkan kembali selera risiko investor.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 322,35 poin, atau 0,87%, menjadi 37.404,35, S&P 500 (.SPX) bertambah 48,4 poin, atau 1,03%, pada 4.746,75 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 185,92 poin, atau 1,26%, pada 14.963,87.
Ketiga saham utama AS membukukan kenaikan karena saham produsen chip melonjak, dipimpin oleh Micron Technology (MU.O) setelah perkiraan triwulanannya lebih baik dari perkiraan, menempatkan Nasdaq (.IXIC) yang sarat teknologi menjadi yang terdepan.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menghijau Sambut Data Pengangguran AS
Reli mendapatkan momentum menjelang penutupan sesi, dengan S&P 500 (.SPX) dan Nasdaq melonjak lebih dari 1%. Data pada hari Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga tidak sekuat yang dinyatakan semula, dan retakan muncul di pasar tenaga kerja yang ketat, yang oleh The Fed dianggap sebagai hambatan untuk menurunkan inflasi.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 322,35 poin, atau 0,87%, menjadi 37.404,35, S&P 500 (.SPX) bertambah 48,4 poin, atau 1,03%, pada 4.746,75 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 185,92 poin, atau 1,26%, pada 14.963,87.
Ketiga saham utama AS membukukan kenaikan karena saham produsen chip melonjak, dipimpin oleh Micron Technology (MU.O) setelah perkiraan triwulanannya lebih baik dari perkiraan, menempatkan Nasdaq (.IXIC) yang sarat teknologi menjadi yang terdepan.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menghijau Sambut Data Pengangguran AS
Reli mendapatkan momentum menjelang penutupan sesi, dengan S&P 500 (.SPX) dan Nasdaq melonjak lebih dari 1%. Data pada hari Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga tidak sekuat yang dinyatakan semula, dan retakan muncul di pasar tenaga kerja yang ketat, yang oleh The Fed dianggap sebagai hambatan untuk menurunkan inflasi.
Lihat Juga :