Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Butuh Suntikan Dana dari China

Senin, 19 Februari 2018 - 13:56 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung...
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Butuh Suntikan Dana dari China
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, hingga saat ini suntikan pinjaman untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih dari China Development Bank (CDB). Namun, dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, lantaran pihaknya belum membutuhkan suntikan tersebut.

Dia mengatakan, konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung baik dari China Railway International ataupun dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sudah mengeluarkan sejumlah modal untuk pembangunan proyek prestisius itu. Sehingga, pinjaman dari CDB yang tak kunjung cair tidak terlalu dipermasalahkan.

"Pada dasarnya ini sudah jalan y,a karena kita semua sudah masukin modal ya. Dari pihak sana sudah masukin modal, dari kita sudah. Cuma jumlahnya tanya ke tim soalnya lupa," tuturnya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Jumlah pinjaman yang akan diberikan oleh CDB sendiri mencapai USD4,9 miliar. Untuk tahap pertama, rencananya akan cair sekitar USD500 juta atau Rp6 triliun.

"Kalau jumlah yang di disburst kan dibicarakan disburst pertama itu sekitar USD500 juta atau Rp6 triliunan. Tapi sekarang ini belum dibutuhkan, karena masih menggunakan modal yang ada, baik dari partner kita China atau dari kita," tutur dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pinjaman dari CDB untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan cair April 2018.

Dia menjelaskan, sebelum dana tersebut cair, harus ada beberapa syarat yang dipenuhi seperti ketentuan persentase dari pembebasan lahan. "Kalau itu April. April kalau pasti sudah selesai, enggak masalah," jelasnya belum lama ini.

Budi menuturkan, proses pembebasan tanah untuk proyek kereta cepat sudah mencapai 53% dan ditargetkan selesai bulan ini. "Finalisasinya saya pikir kaitannya dengan tanah. Sebenarnya secara legal kalau sudah mencapai 53%, berarti sudah mulai jadi tinggal beberapa hal tentang izin minor saja," kata Budi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
7 menit yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
39 menit yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
9 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
10 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
11 jam yang lalu
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
11 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved