Dukung Program Pemerintah, Pupuk Kaltim Operasikan SPKL Terlengkap di Indonesia

Sabtu, 30 Desember 2023 - 15:46 WIB
loading...
Dukung Program Pemerintah,...
Pupuk Kaltim mengoperasikan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL) untuk mendukung aktivitas kendaraan operasional perusahaan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menindaklanjuti komitmen dalam mendorong dekarbonisasi dengan menekan penggunaan energi fosil, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mulai mengoperasikan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL) untuk mendukung aktivitas kendaraan operasional perusahaan. Pengoperasian stasiun ditandai peresmian langsung oleh direktur utama bersama jajaran direksi dan dewan komisaris Pupuk Kaltim, Rabu lalu (27/12/2023).

VP Pelayanan Umum Pupuk Kaltim Wirza Eka Putra mengungkapkan, pengoperasian SPKL ini merupakan wujud keseriusan perusahaan dalam penguatan program penurunan emisi dan dekarbonisasi, yang sebelumnya telah dimulai dengan penggunaan kendaraan listrik sebagai konversi dari kendaraan berbahan bakar fosil secara bertahap. Saat ini Pupuk Kaltim telah memiliki berbagai jenis kendaraan listrik, seperti sepeda motor, mobil, hingga bus operasional untuk mendukung kelancaran aktivitas di lingkungan perusahaan.

Baca Juga: Pemerintah Permudah Izin Usaha Dirikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

"Pengadaan stasiun pengisian daya sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional harian seluruh kendaraan, agar ke depan makin maksimal dalam pemanfaatannya. Hal ini menjadi bukti keseriusan kami mendorong dekarbonisasi, khususnya menekan penggunaan energi fosil," papar Wirza, dalam keterangannya,dikutip Sabtu (30/12/2023).

AVP Transportasi dan Travel Pupuk Kaltim Erwin Setiawan menambahkan, SPKL Pupuk Kaltim terdiri dari tiga fungsi charger sesuai tipe kendaraan. Di antaranya dua unit port charging dengan daya 7 Kw untuk melayani mobil listrik yang memiliki baterai 42 Kwh, dengan durasi pengisian daya selama 3,5 jam dari kapasitas 20% hingga 100%.

Selanjutnya dua port charging sepeda motor menggunakan sistem swap, yang masing-masing terdiri dari 10 slot pengisian dan satu slot penukaran. Port ini memiliki spesifikasi sistem autolog dan self service, serta didukung sistem verifikasi user hingga verifikasi baterai. Port charging ini pun dapat mendeteksi kapasitas dan kesehatan baterai, sekaligus tahan pada kondisi outdoor.

Terakhir, port pengisian daya bus listrik dengan dua nozzle yang telah didukung teknologi fast charging. Port ini memiliki daya 160 Kw, yang bisa mengisi daya baterai berkapasitas 128 Kwh hingga 315 Kwh. Tiap pengisian akan memakan durasi sekitar satu jam untuk bus medium, serta 2,5 jam untuk bus besar dari kapasitas 20% ke 100%.

"SPKL Pupuk Kaltim menjadi yang pertama dari seluruh industri pupuk dan pangan di Indonesia. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena SPKL ini telah memiliki port charging kendaraan listrik terlengkap dalam satu lokasi," terang Erwin.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengungkapkan, pengoperasian SPKL erupakan wujud implementasi prinsip environment, social and governance (ESG) guna meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Langkah ini pun bagian dari roadmap dekarbonisasi dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai net zero emission di tahun 2060, dan Pupuk Kaltim telah mencanangkan berbagai inisiasi strategis untuk mencapai target NDC sebesar 32% di tahun 2030.

"Pupuk Kaltim memastikan sangat fokus terhadap dekarbonisasi dan penurunan emisi, sebagai bagian dari implementasi ESG di lingkup bisnis perusahaan. Bahkan seluruh upaya ini juga telah diakui di tataran global, dengan capaian ESG Risk Rating peringkat tertinggi dunia untuk sektor agrokimia dari Sustainalytics," ujar Soesilo.

Dikatakan Soesilo, di usia ke-46 tahun Pupuk Kaltim akan terus memaksimalkan langkah dalam mendorong transformasi industri yang lebih hijau dengan berbagai inovasi. Komitmen ini pun sebagai upaya perusahaan menjadi global cost leader di industri pupuk, melalui implementasi strategis operational excellence dalam menciptakan produk yang lebih kompetitif.

Baca Juga: Pejuang Hamas Kepung Tentara Israel di Kamp Bureij Gaza

Keberadaan SPKL menjadi salah satu cara menjawab hal tersebut, dan diharap semakin mengokohkan peran serta kontribusi Pupuk Kaltim terhadap program pemerintah dalam penurunan emisi secara bertahap. Terlebih pengisian daya kendaraan listrik milik perusahaan menjadi inisiasi pertama dari seluruh perusahaaan industri pupuk di Indonesia.

"Aspek keberlanjutan merupakan keharusan, dan menjadi poin penting yang senantiasa dikedepankan Pupuk Kaltim dalam aktivitas bisnis. Makanya kami terus fokus terhadap penurunan emisi karbon, melalui serangkaian gagasan yang dikembangkan," tandas Soesilo.

Menurut Soesilo, komitmen menjalankan bisnis yang mengedepankan aspek keberlanjutan bukan sekadar soal kewajiban, namun juga bagian dari kesadaran untuk memastikan aktivitas bisnis tetap mengedepankan pertumbuhan secara bertanggung jawab.

"Pada intinya Pupuk Kaltim sangat fokus terhadap penurunan emisi dalam mendorong dekarbonisasi sesuai program pemerintah," pungkas Soesilo.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
Resmikan SPKLU ke-5.000...
Resmikan SPKLU ke-5.000 di Priok, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
INDEF GTI: Insentif...
INDEF GTI: Insentif Kendaraan Listrik Idealnya Dicabut Bertahap
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Kendaraan Listrik di...
Kendaraan Listrik di Jakarta Bebas Pajak, Pramono: Kami Serius Kurang Polusi
Rekomendasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved