Buah Impor Turun 14,5 Ribu Ton, Produk Lokal Laris Manis
Senin, 10 Agustus 2020 - 19:42 WIB
loading...
Buah impor alami penurunan. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato melaporkan impor buah pada triwulan I/2020 mengalami penurunan sebanyak 14,5 ribu ton turun sebesar 45% dibandingkan impor di bulan sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu turun hingga 54%. Sementara dari sisi produksi, buah lokal mengalami tren kenaikan produksi rata-rata dalam empat tahun terakhir sebesar 10,12 persen.
"Kenaikan produksi buah lokal meningkatkan peluang ekspor sekaligus juga substitusi buah impor, mengingat permintaan akan buah lokal juga meningkat sejak pandemi Covid-19, khususnya buah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan manfaat kesehatan,” kata Airlangga dalam video virtual, Senin (10/8/2020).
Baca Juga: Virus Corona Bikin Buah Lokal Jadi Primadona
Dia melanjutkam ditengah kontraksi pertumbuhan ekonomi Kuartal II/2020, memang sektor pertanian justru tumbuh mencapai 16,24%, tertinggi di antara sektor terbesar lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam masa pandemi Covid-19.
Hal ini tak terlepas oleh beberapa kondisi yaitu sektor pertanian berkaitan dengan kebutuhan pangan, sehingga permintaannya stabil, kegiatan pada sektor pertanian lebih mudah beradaptasi dengan protokol kesehatan dan bertambahnya tenaga kerja yang beralih ke sektor pertanian.
"Kenaikan produksi buah lokal meningkatkan peluang ekspor sekaligus juga substitusi buah impor, mengingat permintaan akan buah lokal juga meningkat sejak pandemi Covid-19, khususnya buah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan manfaat kesehatan,” kata Airlangga dalam video virtual, Senin (10/8/2020).
Baca Juga: Virus Corona Bikin Buah Lokal Jadi Primadona
Dia melanjutkam ditengah kontraksi pertumbuhan ekonomi Kuartal II/2020, memang sektor pertanian justru tumbuh mencapai 16,24%, tertinggi di antara sektor terbesar lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam masa pandemi Covid-19.
Hal ini tak terlepas oleh beberapa kondisi yaitu sektor pertanian berkaitan dengan kebutuhan pangan, sehingga permintaannya stabil, kegiatan pada sektor pertanian lebih mudah beradaptasi dengan protokol kesehatan dan bertambahnya tenaga kerja yang beralih ke sektor pertanian.
Lihat Juga :