Realisasi Anggaran Subsidi Energi Tembus Rp164 Triliun Sepanjang 2023
Rabu, 03 Januari 2024 - 09:22 WIB
loading...
Kementerian Keuangan melaporkan realisasi subsidi energi sepanjang 2023. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi sepanjang 2023 sebesar Rp269,6 triliun atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp252,8 triliun. Adapun kenaikan tersebut dipengaruhi oleh realisasi subsidi non energi yang meningkat terutama subsidi pupuk dan subsidi bunga KUR.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan dari sisi jumlah belanja subsidi yang sebesar Rp269,9 triliun itu memang masih mengalami kenaikan tipis jika dibandingkan tahun lalu. Untuk belanja subsidi energi tahun ini sebesar Rp164,3 triliun.
"Kalau subsidi energi growth-nya negatif karena harga minyak turun. Namun kurs kita agak melemah jadi memang harganya dari sisi belanja subsidi masih relatif meningkat," jelasnya dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023 di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan hari ini, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: IKN Sudah Telan APBN Rp26,7 Triliun, Alokasi Anggaran Capai Rp72,8 Triliun
Dalam kesempatan ini, bendahara negara itu juga mengatakan pihaknya telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk melakukan berbagai langkah-langkah agar subsidi yang digelontorkan sesuai dengan yang ditargetkan.
"Makanya kita lihat sekarang pendataan untuk pengguna LPG 3 kg untuk penyaluran berdasarkan digital teknologi, untuk pupuk juga kita distribusikan berdasakan nama dan lokasi sehingga kita juga tau petani mana yang benar-benar kita mau bantu," tuturnya.
Dia menambahkan, dari sisi BBM bersubsidi, Pertamina juga sudah memiliki aplikasi MyPertamina agar subsidi makin tepat sasaran.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan dari sisi jumlah belanja subsidi yang sebesar Rp269,9 triliun itu memang masih mengalami kenaikan tipis jika dibandingkan tahun lalu. Untuk belanja subsidi energi tahun ini sebesar Rp164,3 triliun.
"Kalau subsidi energi growth-nya negatif karena harga minyak turun. Namun kurs kita agak melemah jadi memang harganya dari sisi belanja subsidi masih relatif meningkat," jelasnya dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023 di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan hari ini, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: IKN Sudah Telan APBN Rp26,7 Triliun, Alokasi Anggaran Capai Rp72,8 Triliun
Dalam kesempatan ini, bendahara negara itu juga mengatakan pihaknya telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk melakukan berbagai langkah-langkah agar subsidi yang digelontorkan sesuai dengan yang ditargetkan.
"Makanya kita lihat sekarang pendataan untuk pengguna LPG 3 kg untuk penyaluran berdasarkan digital teknologi, untuk pupuk juga kita distribusikan berdasakan nama dan lokasi sehingga kita juga tau petani mana yang benar-benar kita mau bantu," tuturnya.
Dia menambahkan, dari sisi BBM bersubsidi, Pertamina juga sudah memiliki aplikasi MyPertamina agar subsidi makin tepat sasaran.
Lihat Juga :