Mantri BRI Hidupkan Asa Pelaku UMKM di Lampung untuk Bangkit Saat Pandemi
Senin, 10 Agustus 2020 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Pengajuan Kredit Mikro Tidak Perlu Lagi Mendatangi Kantor Bank BRI )
Saat pandemi corona mulai meluas, Novi ‘memutar otak’ agar bisa survive dengan mengambil peluang berdagang beras. Pada awal Ramadan lalu, ketika aktivitas fisik dibatasi akibat pandemi corona, Novi mendapat tawaran dari tetangganya untuk berbisnis jualan beras. Inisiatif ini ditempuh Novi karena penghasilan yang turun, di satu sisi ia memiliki beban finansial salah satunya membayar cicilan bank.
Ia pun mengambil peluang itu dan menawarkan dagangan beras ke konsumennya. Dalam satu minggu ia berhasil menjual sekitar 2 ton beras dengan keuntungan bersih Rp500 ribu.
Sembari merintis usaha dagang beras, Novi mengaku masih menekuni berdagang elektronik meski tidak setiap hari keliling berjualan. “Sesudah Lebaran kami beralih mengembangkan bisnis beras ini. Saya dan suami melihat prospeknya bagus," katanya.
Karena membutuhkan suntikan dana untuk mengembangkan bisnis baru dan modal untuk belanja stok perabotan elektronik, Novi memanfaatkan tawaran pinjaman Kupedes Bangkit.
Dibantu oleh tenaga pemasar mikro BRI (Mantri) atau Mantri BRI bernama Prima, ia mengajukan pinjaman Kupedes Bangkit. Novi mengungkapkan proses pencairan pinjaman itu sangat cepat, hanya sehari. Sudah hampir selama 1 tahun terakhir, tepatnya 10 bulan, Novi memang menjadi nasabah UMKM BRI.
Saat pandemi corona mulai meluas, Novi ‘memutar otak’ agar bisa survive dengan mengambil peluang berdagang beras. Pada awal Ramadan lalu, ketika aktivitas fisik dibatasi akibat pandemi corona, Novi mendapat tawaran dari tetangganya untuk berbisnis jualan beras. Inisiatif ini ditempuh Novi karena penghasilan yang turun, di satu sisi ia memiliki beban finansial salah satunya membayar cicilan bank.
Ia pun mengambil peluang itu dan menawarkan dagangan beras ke konsumennya. Dalam satu minggu ia berhasil menjual sekitar 2 ton beras dengan keuntungan bersih Rp500 ribu.
Sembari merintis usaha dagang beras, Novi mengaku masih menekuni berdagang elektronik meski tidak setiap hari keliling berjualan. “Sesudah Lebaran kami beralih mengembangkan bisnis beras ini. Saya dan suami melihat prospeknya bagus," katanya.
Karena membutuhkan suntikan dana untuk mengembangkan bisnis baru dan modal untuk belanja stok perabotan elektronik, Novi memanfaatkan tawaran pinjaman Kupedes Bangkit.
Dibantu oleh tenaga pemasar mikro BRI (Mantri) atau Mantri BRI bernama Prima, ia mengajukan pinjaman Kupedes Bangkit. Novi mengungkapkan proses pencairan pinjaman itu sangat cepat, hanya sehari. Sudah hampir selama 1 tahun terakhir, tepatnya 10 bulan, Novi memang menjadi nasabah UMKM BRI.
Lihat Juga :