Garuda Indonesia Lunasi Sebagian Obligasi, Sisa Utang Masih Rp7,77 Triliun

Kamis, 04 Januari 2024 - 10:02 WIB
loading...
Garuda Indonesia Lunasi...
Garuda Indonesia telah melakukan proses pelunasan sebagian surat utang. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah melakukan pelunasan sebagian surat utang dan sukuk melalui skema tender offer pada 21 dan 29 Desember 2023 lalu. Adapun, total pelunasan nilai pokok atau prinsipal sebesar USD49,99 juta atau Rp776,64 miliar.

Di samping itu, perseroan juga melakukan pembayaran accrued interest, deferred payment in kind (PIK), dan beban pajak yang timbul dari transaksi tersebut sebesar USD2,32 juta atau Rp36,14 miliar. Atas transaksi ini, Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa tidak terdapat dampak langsung terhadap kegiatan perseroan.

“Perseroan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan dengan normal,” kata Irfan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (3/1/2024).

Baca Juga: Garuda Indonesia Buka Rute Baru, dari Bali Bisa Langsung ke Raja Ampat

Irfan mengatakan, setelah dilakukannya pelunasan sebagian tersebut, sisa jumlah total utang perseroan yakni sebesar USD500,67 juta atau Rp7,77 triliun. Lebih lanjut, Irfan menyebut bahwa transaksi yang dilakukan bukan merupakan transaksi material, mengingat proses pelunasan sebagian tersebut merupakan pelaksanaan atas transaksi yang telah ada dan telah dipublikasikan pada 30 Desember 2022. Selain itu, sumber dana yang digunakan juga berasal dari kas internal perseroan.

Sebelumnya, perseroan telah mengumumkan rencana aksi korporasi pelunasan sebagian surat utang dan sukuk melalui skema tender offer kepada pemegang surat utang kepada pemegang surat utang dan sukuk, yang merupakan kreditur GIAA dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Baca Juga: Hyundai Hadirkan Layanan Pengantaran Eksklusif ke Bandara Soekarno-Hatta

Rencana pelunasan sebagian surat utang dan sukuk ini merupakan bagian dari langkah proaktif GIAA untuk perbaikan kinerja ekuitas, melalui pengelolaan secara aktif atas aset, liabilitas dan ekuitas untuk mengoptimalkan efektivitas profil arus kas perseroan, serta fundamental kinerja operasi GIAA.

Aksi korporasi ini, kata Irfan, juga menjadi representasi goodwill secara berkelanjutan, dalam memastikan proses penyelesaian kewajiban terhadap para kreditur dapat menjadi semakin agile dan prudent. Pelunasan sebagian ini juga telah mempertimbangkan volatilitas pasar yang terjadi saat ini termasuk peningkatan suku bunga di pasar mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved