alexametrics

Kinerja Agresif BNI Mulai Menampakkan Hasil Positif

loading...
Kinerja Agresif BNI Mulai Menampakkan Hasil Positif
Salah satu pelaksanaan Program PKT terbaru yang sedang dilaksanakan BNI bekerja sama dengan masyarakat adalah Program PKT di Kebumen, Jawa Tengah, mulai tanggal 21 Maret 2018. Foto/Hafid
A+ A-
KEBUMEN - Target agresif yang dicanangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tahun 2018 mulai mendekati harapan. BNI wilayah Yogyakarta misalnya menggenjot  penyaluran kredit sejak kuartal pertama dengan mengandalkan sektor pertanian dan industri pengolahan.

CEO BNI Wilayah Yogyakarta Arif Suwasono mengatakan, kinerja penyaluran kredit yang ditargetkan sejak awal tahun sudah mencapai proporsional di semua segmen. Bahkan menurutnya pencapaian kuartal pertama 2018 akan lebih baik dari periode sama di 2017. Dia mengaku tahun ini lebih agresif karena biasanya mesin operasional baru dapat berlari cepat dalam waktu enam bulan.

"Kinerja kuartal satu 2018 lebih baik dibandingkan tahun lalu. Biasanya kami mulai agresif setelah enam bulan. Tapi sekarang untuk penyaluran KUR saja sudah bisa di atas 40%," ujar Arief di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jateng, Rabu (21/3/2018).

Sambung dia menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan strategi untuk bergerak lebih agresif di tahun ini. Salah satunya dengan mempersingkat durasi pencapaian hanya dalam sembilan bulan. Hal ini tentu akan membuat kinerja operasional dituntut menjadi lebih efisien dan efektif.

Meskipun tantangan cukup besar, namun pihaknya tetap dapat memaksimalkan sektor pertanian dan industri pengolahan. "Tantangan tetap besar tapi kami bisa maksimalkan potensi yang sudah dikaji sejak awal tahun lalu diturunkan dalam target angka," terangnya.

Dalam menggenjot penyaluran KUR dirinya siap meningkatkan penyaluran melalui Agen46. Para agen tersebut dapat memberikan referensi calon nasabah yang prospektif. Bahkan pihaknya juga siap mencapai target 50% penyaluran KUR di sektor produktif selain perdagangan.

"Kami juga akan menggandeng BUMDES yang bergerak di sektor pariwisata. Mereka akan difasilitasi studi banding ke Ponggok karena basisnya sama yaitu pariwisata dan sumber air," ujarnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan, salah satu upaya pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia menggelar Program Padat Karya Tunai (PKT). Program ini menghimpun dan memokuskan aktivitas bina lingkungan dari berbagai BUMN untuk memobilisasi budaya gotong royong yang sudah tertanam di dalam masyarakat pedesaan dan memanfaatkannya untuk membangun atau merenovasi sarana serta prasarana publik penting.

"BNI pertama yang memulai Program PKT ini. Sasaran kami jelas ingin mendorong produktivitas pertanian masyarakat," ujarnya.
        
Salah satu pelaksanaan Program PKT terbaru yang sedang dilaksanakan BNI bekerja sama dengan masyarakat adalah Program PKT di Kebumen, Jawa Tengah, mulai tanggal 21 Maret 2018. Kali ini, sekitar 800 warga Desa Jatijajar dan Desa Demangsari, Kebumen, Jawa Tengah memanfaatkan Program PKT ini. Hadir pada acara di Kebumen ini Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan CEO BNI Wilayah Yogyakarta Arif Suwasono.
       
Kegiatan PKT tersebut adalah Normalisasi Saluran Irigasi atau Proses Normalisasi Saluran Irigasi menuju ke lahan pertanian sepanjang 8 kilometer (km) di Desa Jatijajar dan Desa Demangsari dengan tenaga 800 orang, diman setiap 100 warga akan menormalisasi irigasi sepanjang 1 km.
       
Dia menuturkan, program padat karya tunai ini diprioritaskan sebagai sasaran program untuk mengurangi tingkat pengangguran. Melalui program PKT ini, penduduk yang belum memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan diharapkan ikut ambil bagian.      
         
Adapun proyek-proyek yang dapat dikerjakan dengan memanfaatkan Program PKT ini memiliki kriteria dalam setiap pelaksanaannya, maksimal 5 kegiatan di satu lokasi, seperti jalan desa, embung, jembatan, Pondok Bersalin Desa (Polindes), fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan pembangunan pasar desa.

Kepala Desa Jatijajar Zulmiyatno mengatakan sekitar 500 orang warganya turut ikut terlibat karena panjang sungainya sekitar 5 km. Program ini disebutnya berdampak signifikan untuk masyarakat. Ekonomi masyarakat yang bergantung pada pertanian dapat terganggu apabila air sungai meluap.

Dia berharap semoga akan ada program seperti ini di desa lainnya untuk sektor pertanian. Selain itu masyarakat desa juga masih membutuhkan butuh senderan sungai agar lebih kokoh.

"Sungai ini menyangga tiga mata air sehingga rentan kalau meluap. Dampaknya ke pertanian bisa membuat tiga kali tanam bibit sehingga biaya jadi mahal. Kampung Inggris Kebumen juga bisa terganggu karena proses belajarnya berada di lingkungan desa," ujar Zulmiyatno.
 
Pada awalnya, Program PKT BNI ini dilaksanakan di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur pada awal Maret 2018 lalu. Pada saat itu, Program PKT tersebut disandingkan dengan Program Perhutanan Sosial,  dalam bentuk proyek pengerasan jalan sejauh 1,1 km. Pada Program PKT di Desa Ngimbang ini, BNI bekerjasama dengan BUMN lainnya yang juga turut bermaksud mengembangkan perekonomian masyarakat di Tuban, yaitu Perhutani, Bulog, dan PTPN.

Kampanye Perluasan Proyek PKT ini   terus dilakukan, antara lain dengan Kunjungan Kerja Menteri BUMN Rini M Soemarno ke salah satu lokasi Proyek PKT di Desa Kanangasari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Rabu (21 Maret 2018).
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak