Prospek 2024 Cerah, Saham BBNI Terbang Sentuh All Time High

Jum'at, 05 Januari 2024 - 21:18 WIB
loading...
Prospek 2024 Cerah,...
Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat di awal perdagangan tahun 2024 dan bahkan menyentuh all-time-high. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BBNI ) melesat di awal perdagangan tahun 2024 dan bahkan menyentuh all-time-high. Penguatan tersebut didukung dengan prospek kinerja keuangan yang dinilai tetap cerah di tahun ini.

Baca Juga: Saham 4 Bank Kakap Dongkrak Bursa Saham RI Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa

Sejak awal 2024, harga saham bank BUMN dengan logo ‘46’ tersebut terpantau naik 5,12%. Return saham BBNI dalam setahun terakhir bahkan mencapai 18,95% dan memimpin penguatan di antara bank KBMI IV lainnya. Pada perdagangan intraday harga saham BBNI sempat menyentuh Rp5.700 yang menjadi level tertinggi sepanjang sejarahnya.

Baca Juga: Kuartal III 2023, Transaksi Digital BNI Capai Nilai Rp874 Triliun

Konsensus analis sepakat bahwa kinerja solid BBNI di tahun 2023 akan berlanjut ke 2024. Asal tahu saja, laba bersih BBNI naik 15,1% secara Year on Year (YoY) mencapai Rp 15,8 triliun. Capaian tersebut sejalan dengan estimasi konsensus analis yang memperkirakan laba bersih BBNI dapat tembus Rp 21 triliun di 2023.

Memasuki tahun politik 2024, kinerja bank BUMN yang kuat di international banking tersebut diramal tetap kinclong. Laba bersih BBNI diperkirakan tembus Rp 25 triliun di 2024 atau tumbuh 17% dibanding estimasi tahun 2023.

"Bank (BBNI) telah mempertahankan ~15% ROE selama 17 bulan berturut-turut dan peningkatan ROE lebih lanjut dapat dicapai melalui pertumbuhan kredit yang lebih kuat, pendapatan non-bunga yang lebih produktif, dan penghematan biaya kredit. Peningkatan cakupan NPL dan latar belakang makro yang stabil menunjukkan kemampuan untuk menurunkan biaya kredit tahun depan," tulis Mandiri Sekuritas dalam catatannya.

Terkait penyaluran kredit, Indo Premier Sekuritas meramal BBNI dapat mencapai pertumbuhan kredit 9% di 2024. Sementara itu Mirae Asset Sekuritas memperkirakan BBNI mampu menyalurkan kredit dengan pertumbuhan 10% di 2024.

Kemudian dari sisi funding, analis juga sepakat bahwa total Dana Pihak Ketiga (DPK) BBNI masih dapat tumbuh 8%. Mirae Asset Sekuritas bahkan meramal proporsi dana murah atau yang dikenal dengan Current Account Saving Account (CASA) BBNI dapat mencapai 74%.

Selain dari sisi outlook laba bersih yang tumbuh double digit serta fungsi intermediasi yang berjalan optimal, analis juga memandang valuasi BBNI tergolong atraktif. Ciptadana Sekuritas dalam laporan risetnya menilai bahwa saham BBNI masih ditransaksikan dengan valuasi termurah dibandingkan dengan saham big-4 lain.

Prospek yang tetap cerah di tengah berbagai tantangan yang ada serta valuasi yang murah juga membuat analis masih memberikan rekomendasi beli saham BBNI. Bahkan Mirae Asset Sekuritas merevisi naik target harga saham BBNI.

"Kami meneruskan basis penilaian kami ke FY24F, sehingga menghasilkan peningkatan TP menjadi Rp6.200 (sebelumnya Rp5.475) dengan rekomendasi Beli, yang mencerminkan target P/B sebesar 1,5x," tulis Mirae Asset Sekuritas dalam laporan risetnya.

Analis juga terbuka dengan potensi re-rating saham BBNI. UOB Kay Hian Sekuritas memberikan catatan terkait valuasi BBNI. Pemeringkatan ulang penilaian akan didorong oleh perbaikan ROAE, dimana manajemen menargetkan mencapai 18% pada tahun 2025.

"ROE BBNI mengalami tren naik hingga 15,5% pada 9M23 vs 2,6% pada tahun 2020, dan lebih tinggi dari 13,4% pada tahun 2019," tulis UOB Kay Hian Sekuritas dalam catatan risetnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Bursa Saham Lesu di...
Bursa Saham Lesu di Akhir Pekan, Terjungkal ke 6.127 Sore Ini
Depresiasi Rupiah di...
Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
wondr BrightUp Cup 2025...
wondr BrightUp Cup 2025 Digelar, BNI Perluas Dukungan bagi Ekosistem Olahraga Nasional
BNI Salurkan Bantuan...
BNI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang dan Sibolga
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved