Ganjar Bakal Hapus Cucu hingga Cicit BUMN Jika Menang Pilpres 2024
Kamis, 11 Januari 2024 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah itu juga menekankan bahwa peran pemerintah melalui BUMN adalah untuk membangun tata kelola yang baik, hingga menstimulasi agar proyek yang digarap bisa menggerakkan ekonomi. Sebagai langkah lanjutan, dia pun melarang BUMN memiliki cucu atau cicit perusahaan agar porsi perusahaan swasta bisa masuk.
"Jadi kita memang to govern, mengelola, memanage, menstimulasi agar itu tumbuh. Maka kemudian kalau tadi ditanyakan, pak rasanya penting pak, BUMN kamu boleh punya anak perusahaan tapi tak boleh punya cucu, cicit, apalagi? eee ketawa lagi, eee korban-korban lagi sebelah kanan saya ini, betul ya?," tuturnya.
"Maka begitu bicara monopoli, saya coba memahami, memutar otak saya, ini kayaknya yang kayaknya BUMN punya cucu, punya anak, punya cucu, punya cicit, cagak, gantung Siwur kalau kata orang di jawa itu, rame banyak, akhirnya swasta tidak punya peran," lanjut Ganjar.
Ia juga menilai, saat ini porsi proyek di Indonesia perlu dibagi antara perusahaan pelat merah dengan perusahaan swasta. Misalnya, pada proyek yang sudah menunjukkan keuntungan maka kemudian bisa dialihkan ke swasta.
"Dibagi mana yang sudah bisa, kalau memang kemudian swasta sudah bisa muncul jangan-jangan memang BUMN-nya sudah tidak kita perlukan lagi," imbuhnya.
"Jadi kita memang to govern, mengelola, memanage, menstimulasi agar itu tumbuh. Maka kemudian kalau tadi ditanyakan, pak rasanya penting pak, BUMN kamu boleh punya anak perusahaan tapi tak boleh punya cucu, cicit, apalagi? eee ketawa lagi, eee korban-korban lagi sebelah kanan saya ini, betul ya?," tuturnya.
"Maka begitu bicara monopoli, saya coba memahami, memutar otak saya, ini kayaknya yang kayaknya BUMN punya cucu, punya anak, punya cucu, punya cicit, cagak, gantung Siwur kalau kata orang di jawa itu, rame banyak, akhirnya swasta tidak punya peran," lanjut Ganjar.
Ia juga menilai, saat ini porsi proyek di Indonesia perlu dibagi antara perusahaan pelat merah dengan perusahaan swasta. Misalnya, pada proyek yang sudah menunjukkan keuntungan maka kemudian bisa dialihkan ke swasta.
"Dibagi mana yang sudah bisa, kalau memang kemudian swasta sudah bisa muncul jangan-jangan memang BUMN-nya sudah tidak kita perlukan lagi," imbuhnya.
Lihat Juga :