Lifting Migas Melempem di 2023, Ini Strategi Dongkrak Produksi di 2024
Senin, 15 Januari 2024 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: China Gelar Konferensi Perdamaian Gaza
Arifin mengakui bahwa tren penurunan juga terjadi di sektor gas karena adanya indikasi kelandaian. Sebagaimana diketahui, realisasi lifting gas pada 2023 mencapai 964 ribu BOEPD atau lebih rendah dari asumsi 1,1 juta BOEPD.
Namun demikian dikatakannya bahwa dengan beroperasinya Tangguh Train 3 maka pihaknya bisa mengangkat capaian lifting gas. Ia menambahkan, pada 2023 juga telah ditemukan beberapa penemuan yang sangat besar antara lain di Geng North yang bisa mengangkat lebih dari 5 triliun kaki kubik (TCF) plus kondensat.
"Dan juga temuan eksplorasi di Andaman, ada 2 blok yang katakanlah masing-masingnya memberikan indikasi dua kali rata-rata 5,5 TCF dan ini akan segera kita dorong agar kepastian untuk berproduksinya juga bisa dicapai di dalam tahun 2030," jelasnya.
Arifin mengakui bahwa tren penurunan juga terjadi di sektor gas karena adanya indikasi kelandaian. Sebagaimana diketahui, realisasi lifting gas pada 2023 mencapai 964 ribu BOEPD atau lebih rendah dari asumsi 1,1 juta BOEPD.
Namun demikian dikatakannya bahwa dengan beroperasinya Tangguh Train 3 maka pihaknya bisa mengangkat capaian lifting gas. Ia menambahkan, pada 2023 juga telah ditemukan beberapa penemuan yang sangat besar antara lain di Geng North yang bisa mengangkat lebih dari 5 triliun kaki kubik (TCF) plus kondensat.
"Dan juga temuan eksplorasi di Andaman, ada 2 blok yang katakanlah masing-masingnya memberikan indikasi dua kali rata-rata 5,5 TCF dan ini akan segera kita dorong agar kepastian untuk berproduksinya juga bisa dicapai di dalam tahun 2030," jelasnya.
(fjo)
Lihat Juga :