BUMI Terapkan Good Mining Practice demi Pertambangan Berkelanjutan
Selasa, 16 Januari 2024 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Dia mencontohkan salah satu upaya perlindungan lingkungan yang dilakukan Arutmin, yakni reklamasi lahan bekas tambang terbuka Ata Selatan (Ata Sela), salah satu lokasi pertambangan Blok Serongga, Batulicin. Pada 2014, lahan tambang selesai beroperasi dan lubang tambang diubah menjadi danau pascatambang. Reklamasi dilakukan sejak 2009 pada lahan seluas 295 hektare atau setara dengan penamanan 250.000 pohon. Sementara itu, arboretum dibangun seluas 3,5 hektare, dengan 44 jenis koleksi tanaman lokal, termasuk beberapa jenis tanaman langka serta berbagai jenis tanaman anggrek.
Danau pascatambang Ata Sela seluas 76,2 hektare yang berkedalaman maksimal 100 meter itu kini juga menjadi tempat budidaya nila dengan sistem keramba jaring apung yang dikelola oleh kelompok pembudidaya yang beranggotakan 14 orang. Danau itu juga menjadi cadangan air dengan volume mencapai 20 juta meter kubik.
"Operasi tambang bisa berjalan lancar jika masyarakat dapat menerima manfaat yang besar. Keberhasilan diukur dari penerimaan dan penghargaan masyarakat terhadap usaha-usaha yang dilakukan untuk menerapkan good mining practice dimana pertambangan adalah prasyarat untuk diterima masyarakat sehingga keberlanjutan bisnis perusahaan terjaga," tandasnya.
Dia mencontohkan salah satu upaya perlindungan lingkungan yang dilakukan Arutmin, yakni reklamasi lahan bekas tambang terbuka Ata Selatan (Ata Sela), salah satu lokasi pertambangan Blok Serongga, Batulicin. Pada 2014, lahan tambang selesai beroperasi dan lubang tambang diubah menjadi danau pascatambang. Reklamasi dilakukan sejak 2009 pada lahan seluas 295 hektare atau setara dengan penamanan 250.000 pohon. Sementara itu, arboretum dibangun seluas 3,5 hektare, dengan 44 jenis koleksi tanaman lokal, termasuk beberapa jenis tanaman langka serta berbagai jenis tanaman anggrek.
Danau pascatambang Ata Sela seluas 76,2 hektare yang berkedalaman maksimal 100 meter itu kini juga menjadi tempat budidaya nila dengan sistem keramba jaring apung yang dikelola oleh kelompok pembudidaya yang beranggotakan 14 orang. Danau itu juga menjadi cadangan air dengan volume mencapai 20 juta meter kubik.
"Operasi tambang bisa berjalan lancar jika masyarakat dapat menerima manfaat yang besar. Keberhasilan diukur dari penerimaan dan penghargaan masyarakat terhadap usaha-usaha yang dilakukan untuk menerapkan good mining practice dimana pertambangan adalah prasyarat untuk diterima masyarakat sehingga keberlanjutan bisnis perusahaan terjaga," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :