Laut Merah Memanas Paksa Qatar Hentikan Pengiriman LNG, Inggris Bakal Terpukul?

Selasa, 16 Januari 2024 - 17:43 WIB
loading...
A A A
Pengalihan ke sekitar Good Hope (Teluk Harapan) akan menambah waktu perjalanan sekitar 10 hari untuk pengiriman.

Analis memperingatkan, bahwa penundaan itu berarti Inggris kemungkinan harus menarik cadangan gasnya atau membayar impor pasokan dari Eropa. Gangguan ini bertepatan dengan datangnya hawa dingin yang mendorong peningkatan permintaan gas di Inggris dan Eropa.

Tercatat hampir 14% dari total impor gas Inggris berasal dari Qatar, menjadikannya pemasok gas terbesar ketiga di Inggris. Ini adalah sumber LNG yang sangat vital, dimana menyediakan 30% impor Inggris pada tahun 2022.

Kepala komoditas di Investec, Callum Macpherson mengungkapkan, penundaan pengiriman berarti Inggris mungkin terpaksa menarik stok gas. Inggris hanya memiliki sedikit stok gas dalam penyimpanan – cukup untuk menutupi tujuh hari penggunaan berdasarkan tingkat permintaan saat ini, kata Macpherson.

Keputusan QatarEnergy menghentikan pengiriman LNG adalah tanda terbaru dari dampak ekonomi serangan Houthi di Laut Merah. Sebelumnya produsen mobil listrik, Tesla harus menghentikan sementara produksi mereka karena kekurangan suku cadang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Rekomendasi
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Berita Terkini
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved