Berkat Pejuang Sinyal Telkomsel, Daerah 3T Kini Bisa Nikmati Internet Ngebut

Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:15 WIB
loading...
Berkat Pejuang Sinyal...
Moch Azizil Hamid, karyawan Telkomsel asal Atambua yang berjuang menghadirkan sinyal di daerah 3T. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Telkomsel terus berperan aktif menghadirkan akses telekomunikasi bagi masyarakat di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). Ini dilakukan untuk membuka akses telekomunikasi dan informasi kepada semua lapisan masyarakat. Dengan adanya kualitas layanan komunikasi yang setara dengan kota besar, diharapkan mendukung percepatan pertumbuhan sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, sekaligus menjadi manfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

Sejatinya, upaya Telkomsel menghadirkan jaringan telekomunikasi di daerah tak mudah. Para pekerja di garis depan, sering menghadapi kendala tak terduga. Akses yang sulit, kendala komunikasi, juga dukungan infrastruktur minim. Apalagi jika bertugas di daerah konflik, nyawa jadi taruhan. Namun, semua itu tak membikin patah semangat.

Lihat saja Mochammad Azizil Hamid, karyawan Telkomsel yang bekerja sebagai Consumer Sales Operation di Atambua, ia tak lelah mengedukasi masyarakat, pentingnya sarana telekomunikasi. Ia berjuang mempertahankan pelanggan yang ada di kawasan perbatasan Republik Demokratik Timor Leste. Tak jarang, bertemu pelanggan butuh waktu sekitar 4 jam lebih ke kabupaten tertentu, kendala bahasa serta kompetensi ketika melakukan edukasi ke outlet, dan juga fasilitas kesehatan yang alakadar.

Agar hasil kerja maksimal, ia berbaur, berusaha mengenal banyak orang, berkenalan dengan mitra outlet yang punya hobi sama, ataupun warga warga lokal yang jualan ikan bakar. "Jadi semakin banyak kenalan akan semakin nyaman berada di lokasi," ucapnya, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga: Jaringan 4G Sudah 94%, Telkomsel Mengaku Belum Bisa Berbangga Diri

Agar tak penat, ia membiasakan menikmati diinginnya perbukitan Fulan Fehan, deru ombak Pantai Tanjung Bastian, hingga menikmati sedapnya cakalang bakar di Wini. Di daerah, ia berpikir kreatif. Misal membuat tutorial program yang diberi judul #kelasmalam alias Kami Ulas Supaya Kaka Paham yang akan digunakan untuk mengedukasi Sales Force (SF) dan Outlet terkait dengan produk atau program baru. Laki-laki kelahiran Sidoarjo itu menyebut, tak jarang bersama karyawan lain, ia berbagi pengalaman, agar bisa bekerja optimal di area penugasan.

Sementara Umar Hasan, Staff Radio, Transport And Power Operation (RTPO) Merauke mengisahkan, menjaga komunikasi di daerah terluar, di area yang masih banyak konflik seperti Papua, sungguh tak mudah. Kendala seperti akses ke pedalaman, perjalanan jauh, kesulitan komunikasi, hingga pemadaman listrik, menjadi makanan sehari-hari.

Pernah suatu ketika, dalam perjalanan ke site Oksibil di kabupatan Pegunungan Bintang, ada beberapa penjaga berseragam tapi tidak tampak seperti anggota keamanan yang berjaga di sebuah rumah belakang site. "Kami disamperi saat menjelang malam untuk tidak beraktifitas, sambil orang-orang tersebut memegang senjata . Tapi hari itu berlangsung aman," kenangnya.

Baca Juga: Juragan Telkomsel: Ada Berkah Pandemi buat Industri Telekomunikasi

Pengalaman pulang ke Merauke dari Oksibil juga tidak kalah menegangkan. Ia mengenang, di bulan Desember 2018, ketika itu banyak orang yang pulang ke kampung halaman dari Oksibil untuk Natal bersama keluarga. Pesawat semua penuh, hanya akan ada penerbangan ke Jayapura yang kosong seminggu setelah hari terakhir bekerja di Oksibil. Tiba-tiba, ia mendapat info akan ada pesawat perintis yang memuat barang ke Tanah Merah Bovendigoel, 30 menit lagi akan terbang. Tanpa ba-bi-bu dan pikiran bahwa mungkin akan jadi satu-satunya pesawat yang bisa bisa ditumpangi untuk keluar dari Oksibil, ia ke bandara untuk naik pesawat. Rupanya, tanpa kursi, maupun safety belt. Penerbangan 30 menit melalui pegunungan di kabupaten Pegunungan Bintang, hingga sampai di Tanah Merah dengan aman.

"Mudah-mudahan pekerjaan saya membantu banyak orang di ujung timur Indonesia. Ketika itu menghidupkan 4G pertama kali saat bulan Ramadan 2018 di Yahukimo. Senyum terlihat di wajah wajah yang saya temui, seperti guru sekolah dasar, juga warga sekitar," ucapnya.

Sebagai seorang pejuang sinyal, susah senang ia terima dan jadikan pengalaman. Ia gembira, karena membantu menyambungkan orang ke orang dari daerah remote dari genggaman mereka. "Semoga semua yang perjuangkan sebagai karyawan Telkomsel di ujung timur Indonesia menjadi pengalaman hidup dan energy positif yang bisa kami bawa terus dan bisa kami tularkan," ucapnya.

Berkat para pekerja Telkomsel di garis depan itulah, daerah terpencil seperti Desa Taratak Bancah Sumatera dengan jumlah penduduk sekitar 500 jiwa yang dikelilingi oleh bukit, kini mampu menikmati layanan telekomunikasi. Begitu juga desa Wokoklibang yang terletak di bagian barat Pulau Adonara yang masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggata Timur, dimana akses menuju Desa yang dikelilingi lahan hutan kemiri dan harus dijangkau menggunakan kapal laut dan tiga jam perjalanan darat, kini sudah menikmati akses telekomunikasi. Semua itu, berkat kerja keras para karyawan Telkomsel di garis depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Layanan Kelistrikan...
Layanan Kelistrikan Kini Lebih Praktis Lewat PLN Mobile
Saat Kualitas Jaringan...
Saat Kualitas Jaringan Menjadi Bagian Penting dari Produktivitas Organisasi
PLN Icon Plus Ikut Mendukung...
PLN Icon Plus Ikut Mendukung Kelancaran Perayaan Paskah Nasional 2026
ICONNET Beri Diskon...
ICONNET Beri Diskon 75% untuk Pelanggan Terdampak Banjir Sumatera
Pantau Jaringan Fiber...
Pantau Jaringan Fiber dan Baca Potensi Gangguan, Telkom Akses Punya Pusat Kendali
Model Kolaborasi Infrastruktur...
Model Kolaborasi Infrastruktur Digital Perluas Akses Internet Nasional
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Team RS–Telkomsel...
Team RS–Telkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved