alexametrics

Fasilitas Kartu Tani Permudah Petani Tebus Pupuk Bersubsidi

loading...
Fasilitas Kartu Tani Permudah Petani Tebus Pupuk Bersubsidi
Petani mendapat Kartu Tani dari Bank BRI. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Kabar baik bagi petani di Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasalnya, Bank BRI baru-baru ini memberikan fasilitas Kartu Tani, di mana mereka bisa memanfaatkannya untuk menebus pupuk bersubsidi di kios pupuk. Sehingga lebih praktis dan mudah.

Vice President Social Entrepreneurship Division Bank BRI Sepyan Uhyandi merinci, Kartu Tani (KT) yang sudah disalurkan di Jateng per 23 Maret 2018 sebanyak 2,3 juta lembar. Jumlah KT yang disalurkan petani di Jateng ini sudah 96% dari target.

"Jumlah KT yang disalurkan di Jateng sudah cukup banyak sehingga petani yang telah menerima KT bisa memanfaatkannya menebus pupuk bersubsidi," ujarnya, dalam diskusi bertajuk Kedaulatan Pangan, Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.

Sedangkan KT yang diserahterimakan ke petani Banten sampai 23 Maret 2018 sebanyak 187 ribu KT, atau 93% dari target. Jumlah KPL yang tersedia sebanyak 318 ribu unit, atau sebanyak 74% dari target.

Adapun untuk Yogyakarta, sudah sebanyak 252 ribu KT, atau sebanyak 96% dari target. "Kalau di Tasikmalaya kami sudah menyerahkan KT kepada 101 ribu petani, atau sebanyak 89% dari target. Kami juga sudah menyiapkan 54 ribu KPL, atau sebanyak 51% dari target," kata Sepyan, Kamis (26/4/2018).

Menurut Sepyan, ketika petani pemegang KT menebus pupuk di KPL sudah ketahuan berapa kuota yang bisa ditebusnya. Sehingga KT ini akan tepat sasaran.

Meski petani bisa memanfaatkan KT untuk menebus pupuk bersubsidi, namun menurut Sepyan, pihaknya bersama Dinas Pertanian setempat sampai saat ini terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke petani.

"Kita lakukan edukasi ke petani supaya lebih mengenal cara penggunaan kartu tani. Sebab, kartu tani nantinya tak hanya berfungsi untuk menebus pupuk, tapi bisa jadi kartu debit atau kartu tabungan," jelas Sepyan.

Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Muhrizal Sarwani mengatakan, kartu tani yang telah di-launching penggunaannya untuk menebus pupuk bersubsidi di Jawa Tengah (Jateng) pada Januari 2018 lalu, diharapkan bisa menjadi "kartu sakti" bagi mereka.

Dengan sifatnya yang multifungsi, KT tak sekadar sebagai kartu identitas petani namun memiliki banyak manfaat lain bagi petani. Sehingga memudahkan petani dalam melakukan transaksi. Mengingat, KT ini sendiri merupakan alat transaksi yang berbentuk kartu debit.

Keuntungan lain dari KT, petani akan mendapat manfaat dan kemudahan dari sejumlah layanan pemerintah dan perbankan. Sehingga, pemegang KT akan mendapatkan kemudahan bantuan sarana produksi (saprodi), asuransi dan tabungan.

Bagi petani yang belum menerima KT, bisa mengajukan melalui kelompoknya kemudian didaftarkan ke Dinas Pertanian setempat. Proses selanjutnya petugas akan melakukan validasi dan verifikasi data petani.

"Karena banyak fungsinya, kami targetkan sampai tahun 2019, semua petani sudah dilayani dengan KT," ujar Muhrizal.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak