Mantan Menteri Lingkungan Hidup Curiga Food Estate Motifnya Kepentingan Ekonomi
Sabtu, 20 Januari 2024 - 15:13 WIB
loading...
Proyek Food Estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dicurigai hanya dalih untuk membalak hutan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Alexander Sonny Keraf mencurigai proyek Food Estate di lahan seluas 600.000 hektare di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, bermotif kepentingan ekonomi, dan bukan seperti yang disebut untuk ketahanan pangan.
"Saya mencurigai sejak awal bahwa rencana food estate singkong yang difokuskan di kawasan Gunung Mas, Kalimantan Tengah, sesungguhnya bukan mau membangun food estate. Tapi saya curiga mohon maaf bahwa tujuannya adalah membabat hutan untuk mengambil kayunya. Yakni artinya untuk kepentingan ekonomi di dalamnya," kata Sonny Keraf saat berbicara di Podcast LanjutGan, yang dimoderatori Reinhard Sirait, Jumat (19/01/2024).
Baca Juga: Proyek Food Estate Mangkrak, Anggaran Rp108 T Mending Buat Subsidi Pupuk
Sonny Kerap mengungkapkan latar belakang kecurigaan dirinya terhadap proyek yang dijalankan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang juga calon presiden (capres) Pipres 2024 nomor urut 2. "Kenapa? Pertama yakni, loh yang mengherankan kok pihak yang membangun Food Estate itu adalah Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Kita tahu Kemenhan fungsinya bukan untuk pertanian," kata dia.
Sonny Kerap mengaku dirinya bisa memaklumi apabila proyek Food Etaste dilakukan Kemenhan saat negara dalam keadaan daruat. "Kecuali misalnya negara dalam keadaan darurat pangan maka kita kerahkan tentara dengan gerak cepat untuk cepat-cepat memproduksi pangan karena ada darurat pangan. Misalnya terjadi kelaparan di mana-mana. Tapi ini kan tidak terjadi," kata Sonny Keraf mengritisi hal tersebut.
"Saya mencurigai sejak awal bahwa rencana food estate singkong yang difokuskan di kawasan Gunung Mas, Kalimantan Tengah, sesungguhnya bukan mau membangun food estate. Tapi saya curiga mohon maaf bahwa tujuannya adalah membabat hutan untuk mengambil kayunya. Yakni artinya untuk kepentingan ekonomi di dalamnya," kata Sonny Keraf saat berbicara di Podcast LanjutGan, yang dimoderatori Reinhard Sirait, Jumat (19/01/2024).
Baca Juga: Proyek Food Estate Mangkrak, Anggaran Rp108 T Mending Buat Subsidi Pupuk
Sonny Kerap mengungkapkan latar belakang kecurigaan dirinya terhadap proyek yang dijalankan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang juga calon presiden (capres) Pipres 2024 nomor urut 2. "Kenapa? Pertama yakni, loh yang mengherankan kok pihak yang membangun Food Estate itu adalah Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Kita tahu Kemenhan fungsinya bukan untuk pertanian," kata dia.
Sonny Kerap mengaku dirinya bisa memaklumi apabila proyek Food Etaste dilakukan Kemenhan saat negara dalam keadaan daruat. "Kecuali misalnya negara dalam keadaan darurat pangan maka kita kerahkan tentara dengan gerak cepat untuk cepat-cepat memproduksi pangan karena ada darurat pangan. Misalnya terjadi kelaparan di mana-mana. Tapi ini kan tidak terjadi," kata Sonny Keraf mengritisi hal tersebut.
Lihat Juga :