alexametrics

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APJII

Membangun Peran APJII yang Tangguh, Kompeten dan Responsif

loading...
Membangun Peran APJII yang Tangguh, Kompeten dan Responsif
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APJII Tedi Supardi Muslih. Foto/APJII
A+ A-
INTERNET adalah industri global yang mana jalur bisnisnya tidak hanya mencakup persoalan lokal, tapi merentang jauh melampau sekat dan batas antar negara.

Maka tidak aneh jika pemangku kepentingan bisnis ini sangat perlu berkolaborasi demi meningkatkan layanan dari teknologi ini. Istilah 'internet' sebenarnya tidak mencakup semua aspek digital yang ada dalam perkembangan global.

Penggunaan istilah 'internet', dalam pengertiannya adalah sebuah proses transisi cepat dari komunikasi global yang menggunakan protokol Internet (IP) sebagai standar teknis komunikasi utama. Saat ini, internet dapat dijumpai dimana saja dalam kehidupan sehari-hari dan terus berkembang pesat, tidak hanya dari sisi jumlah pengguna tetapi juga dalam hal layanan yang diberikan.

Voice-over Internet Protocol (VoIP), Instant Messaging (IM), Video Call, dan Tele-Conference, adalah contoh nyata penerapan teknologi ini yang perlahan tapi pasti menggusur peran layanan telekomunikasi konvensional seperti voice call dan SMS.

Tedi Supardi Muslih, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga di dewan pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menjelaskan tentang peran strategis asosiasi yang didirikan sejak tanggal 15 Mei 1996 ini.

Mendekati 22 tahun usianya, dewan pengurus APJII telah meletakan berbagai fondasi penting dalam pengembangan industri internet di nusantara, diantaranya melalui: penetapan tarif jasa internet, pembentukan Indonesia-Network Information Center (ID-NIC), pembentukan Indonesia Internet Exchange, negosiasi tarif infrastruktur jasa telekomunikasi, dan pembuatan usulan jumlah dan jenis provider Penyedia Jasa Internet (Internet Service Provider).

Tedi yang saat ini mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum APJII periode 2018-2021, menjelaskan APJII mempunyai fungsi strategis dalam kancah global karena asosiasi ini telah didaulat oleh badan Internet dunia Asia Pacific Network Information Center (APNIC), untuk bertindak sebagai National Internet Registry untuk Indonesia.

APJII menyediakan layanan alokasi dan pendaftaran Internet resources (IP Address dan Autonomous System Number, atau ASN) dengan tujuan memungkinkan komunikasi melalui open system network protocols.

"Penomoran IP merupakan bagian dari sebuah sistem komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam komunikasi internet dunia. Apalagi saat ini seluruh komunikasi yang bersifat tradisional atau analog, mulai beralih ke sistem IP Based," ujar Tedi, yang merupakan pemilik dan pendiri PC24 Group, yakni bisnis grup yang bergerak dibidang komputer IT solution.

"Akibatnya komunikasi video conference, telepon, transaksi bisnis, update informasi dan berita, pelacakan lokasi, dan lain-lain kini mudah dan murah dilakukan, berkat adanya platform internet," ungkapnya, Jumat (4/5/2018).

Untuk memudahkan pengelolaan informasi jaringan nasional, APJII menginisiasi Indonesia Network Information Center (ID-NIC) yang mempunyai fungsi dan peran dalam penyediaan informasi jaringan di Indonesia, sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri maupun untuk kepentingan masyarakat Internasional.

Demi menjalankan fungsi dan peran strategisnya, APJII mendapatkan dukungan payung hukum melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 32 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Nomor Protokol Internet dan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 785 tahun 2017 tentang Pengelolaan Nomor Protokol Internet Nasional.

Selain menjalankan fungsi teknis sebagai Pengelola Protokol Internet Nasional, APJII juga telah berperan penting dalam pengadaan interkonektivitas dan telah membangun mekanisme operasional, teknis dan administratif untuk menjamin distribusi internet resources bagi anggotanya.

Tahun 2018 adalah tahun penting APJII terkait kepengurusan organisasinya karena pada tanggal 7-8 Mei akan diadakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 yang bertempat di Inaya Putri Bali.

Dalam kesempatan ini, anggota APJII terdiri dari lebih dari 400 perusahaan penyelenggara jasa internet (ISP) dan perusahaan yang merupakan anggota ID-NIC akan memilih pengurus barunya untuk periode 2018-2021. Tidak tertutup kemungkinan hasil Munas akan memperpanjang masa kepengurusan hingga 5 tahun.
halaman ke-1 dari 4
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak