Perang Lawan Hamas Kuras Duit Israel, Bos Bank Sentral Cari Cara Stabilkan Utang

Minggu, 21 Januari 2024 - 23:28 WIB
loading...
A A A
Anggaran negara yang direvisi untuk 2024 diajukan minggu ini, setelah sebelumnya sempat tersendat karena perdebatan politik. Dimana investor khawatir tentang jalur fiskal pemerintah selama perang melawan Hamas, yang telah melewati batas 100 hari.

Perang melawan Hamas akan menelan biaya sekitar 10% dari perkiraan PDB negara itu, atau sebesar USD530 miliar tahun ini, kata Yaron, sementara pendapatan Israel akan menurun sebesar 2%.

Bank of Israel sebelumnya telah memperingatkan respons fiskal pemerintah terhadap perang dapat memicu reaksi dari investor. Ini menunjukkan kemungkinan peningkatan imbal hasil obligasi dan devaluasi mata uang, bersama dengan hambatan pada pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Program fiskal yang disetujui oleh kabinet minggu ini menawarkan berbagai langkah dan kebijakan, seperti kenaikan pajak dan pengurangan pengeluaran. Termasuk pemotongan 5% untuk anggaran kementerian untuk membantu mengatasi peningkatan tajam dalam pengeluaran.

Bank sentral Israel diketahui telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% awal bulan ini, usai pasar stabil setelah beberapa minggu volatilitas tinggi yang disebabkan oleh perang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Rekomendasi
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved