Kementerian BUMN Buka Suara Soal Tiga BUMN Diduga Terlibat Kasus Suap Lintas Negara
Senin, 22 Januari 2024 - 14:27 WIB
loading...
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara terkait tiga perusahaan BUMN diduga terlibat kasus suap lintas negara. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara terkait tiga perusahaan BUMN diduga terlibat kasus suap lintas negara. Saat ini, Kementerian BUMN sedang menunggu hasil investigasi otoritas penegak hukum di Amerika Serikat (AS) terkait kasus suap lintas negara atau foreign bribery.
"Perlu kasih ke kita hasil investigasi, data-data yang kita akan sampaikan juga diproses lebih lanjut. Belum terinfo, itu baru dipublish mereka di media aja," ujar Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Sudah Teruji, Kejagung Diyakini Bisa Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di BUMN
Sebagai informasi, kasus suap lintas negara tersebut diduga melibatkan perusahaan software asal Jerman, SAP, hingga tiga perusahaan pelat merah dari Indonesia. Adapun ketiga perseroan negara yang dimaksud diantaranya PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II.
Adapun hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil investigasi dari otoritas penegak hukum di Amerika Serikat atas dugaan tindak pidana korupsi lintas negara tersebut. Menurutnya, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham ketiga perseroan perlu menerima atau mendapatkan laporan dari otoritas penegak hukum di AS. Sehingga, dugaan keterlibatan petinggi BUMN bisa diproses lebih lanjut.
"Perlu kasih ke kita hasil investigasi, data-data yang kita akan sampaikan juga diproses lebih lanjut. Belum terinfo, itu baru dipublish mereka di media aja," ujar Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Sudah Teruji, Kejagung Diyakini Bisa Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di BUMN
Sebagai informasi, kasus suap lintas negara tersebut diduga melibatkan perusahaan software asal Jerman, SAP, hingga tiga perusahaan pelat merah dari Indonesia. Adapun ketiga perseroan negara yang dimaksud diantaranya PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II.
Adapun hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil investigasi dari otoritas penegak hukum di Amerika Serikat atas dugaan tindak pidana korupsi lintas negara tersebut. Menurutnya, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham ketiga perseroan perlu menerima atau mendapatkan laporan dari otoritas penegak hukum di AS. Sehingga, dugaan keterlibatan petinggi BUMN bisa diproses lebih lanjut.
Lihat Juga :