Rusia Kalahkan Arab Saudi untuk Jadi Pengekspor Minyak Terbesar ke China

Selasa, 23 Januari 2024 - 10:10 WIB
loading...
A A A
Sementara itu pada bulan Desember saja, ekspor minyak Rusia ke China berjumlah 9,5 juta ton, atau 6,2% lebih tinggi dari volume pasokan pada bulan November.

Sebagai informasi Moskow mulai mendiversifikasi pasokan energinya pada tahun 2022 setelah Uni Eropa, G7, dan sekutu memberlakukan embargo pada minyak Rusia yang diangkut melalui laut. Bersamaan dengan sanksi tersebut, ada juga pembatasan harga minyak Rusia diharga USD60 per barel.

Sanksi Barat itu sebagai upaya untuk menekan pendapatan energi Rusia. Pembatasan serupa kemudian diperkenalkan untuk ekspor produk minyak bumi. Batas atas yang disepakati untuk diesel adalah USD100 per barel, dan USD45 untuk produk diskon seperti bahan bakar minyak.

Akibat adanya sanksi Barat itu, produsen minyak Rusia telah mengalihkan pasokan minyak mentah Siberia Timur ke Asia, dan melanjutkan transportasi minyak mentah dengan kereta api.

Bulan lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, bahwa penjualan minyak ke Uni Eropa, yang pernah menjadi pasar terbesar Rusia, telah turun hingga 90%. Sementara itu sejumlah pejabat Barat telah mencatat bahwa minyak dari Rusia masih memasuki pasar UE melalui perantara dengan harga tinggi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved