Unilever Siapkan Sejumlah Program bagi Mitra UMKM Terdampak Covid
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:10 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk telah menyiapkan sejumlah program bagi mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terpukul lantaran lesunya aktivitas ekonomi akibat dari mewabahnya virus corona.
Direktur Integrated Operations Unilever Indonesia Enny Hartati Sampurno mengatakan, melihat banyaknya mitra merchant yang berasal dari UMKM yang ikut terpukul, perseroan memiliki berbagai program agar bisa membantu para mitranya.
"Banyak dari mitra kami yang juga ikut terpukul karena pandemi ini. Untuk itu, kami memiliki berbagai program besar digitalisasi untuk UMKM," kata Enny dalam webinar Gotong-royong #JagaUMKM Indonesia, yang disiarkan secara virtual di Jakarta kemarin. (Baca: Jadi Lumbung Cukai, Kemenperin: Industri Rokok Harus Diselamatkan)
Program pertama, kata dia, adalah memberikan pendampingan terhadap minimarket lokal. Enny mengakui di Indonesia masih banyak ditemukan minimarket lokal yang dibuka secara independen dan pemiliknya berasal dari lokal atau pelaku UMKM.
Menurutnya, usaha yang dijual oleh minimarket lokal ini sudah berbentuk seperti minimarket namun pengelolaannya masih tradisional, sehingga dia berpendapat para mitranya merasakan kesulitan dalam memutar uang untuk modal.
Direktur Integrated Operations Unilever Indonesia Enny Hartati Sampurno mengatakan, melihat banyaknya mitra merchant yang berasal dari UMKM yang ikut terpukul, perseroan memiliki berbagai program agar bisa membantu para mitranya.
"Banyak dari mitra kami yang juga ikut terpukul karena pandemi ini. Untuk itu, kami memiliki berbagai program besar digitalisasi untuk UMKM," kata Enny dalam webinar Gotong-royong #JagaUMKM Indonesia, yang disiarkan secara virtual di Jakarta kemarin. (Baca: Jadi Lumbung Cukai, Kemenperin: Industri Rokok Harus Diselamatkan)
Program pertama, kata dia, adalah memberikan pendampingan terhadap minimarket lokal. Enny mengakui di Indonesia masih banyak ditemukan minimarket lokal yang dibuka secara independen dan pemiliknya berasal dari lokal atau pelaku UMKM.
Menurutnya, usaha yang dijual oleh minimarket lokal ini sudah berbentuk seperti minimarket namun pengelolaannya masih tradisional, sehingga dia berpendapat para mitranya merasakan kesulitan dalam memutar uang untuk modal.
Lihat Juga :